INSIBERNEWS - Harga emas dunia kembali melaju pada Selasa, 9 Desember 2025, didorong optimisme pelaku pasar menjelang keputusan penting terkait suku bunga Amerika Serikat. Sentimen bahwa The Federal Reserve akan segera melonggarkan kebijakan moneternya membuat investor agresif memburu aset lindung nilai, terutama emas dan perak.
Emas spot tercatat menguat 0,41 persen ke level USD4.207,91 per troy ons. Kenaikan ini melanjutkan tren bullish yang berlangsung sejak beberapa pekan terakhir.
Namun yang mencuri perhatian justru perak, yang melesat 4,3 persen ke USD60,74 per troy ons, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah perdagangan logam tersebut.
Baca Juga: Hadirkan Bank Terapung, Mari Kenalan dengan Teras BRI Kapal yang Dinanti Masyarakat Kepulauan
Penguatan harga perak tidak hanya dipicu sentimen kebijakan moneter, tetapi juga karena faktor fundamental yang semakin menguat. Pasokan global terus mengetat akibat turunnya produksi dan meningkatnya permintaan industri, terutama dari sektor energi hijau, kendaraan listrik, hingga panel surya.
Di sisi lain, penetapan perak sebagai salah satu mineral kritis oleh pemerintah AS semakin mendongkrak proyeksi permintaan.
“Logam memang cenderung volatil, namun selama defisit pasokan belum terselesaikan, perak hanya punya satu arah, yaitu naik,” kata Maria Smirnova, Senior Portfolio Manager sekaligus Chief Investment Officer di Sprott Asset Management.
Baca Juga: Kejagung Siap Bongkar Peran Nadiem di Kasus Chromebook, Bantah Klaim Tak Terlibat
Pasar kini menyoroti pertemuan dua hari The Fed yang akan berakhir pada Rabu waktu AS. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan peluang hampir 87,4 persen bahwa The Fed akan memotong suku bunga sebesar 25 basis poin.
Harapan pemangkasan ini muncul setelah tanda-tanda pelemahan pada beberapa indikator ekonomi, meski data tenaga kerja Amerika Serikat masih menunjukkan ketahanan.
Salah satu data terbaru datang dari laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang mencatat lowongan pekerjaan naik menjadi 7,67 juta pada Oktober, lebih tinggi dari perkiraan 7,15 juta. Lonjakan tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja yang tetap solid, meski tidak cukup kuat untuk menahan laju pelonggaran kebijakan moneter.
Baca Juga: Kemenhub Buka 33 Ribu Kuota Mudik Gratis Nataru, Masyarakat Diimbau Segera Daftar!
Meski laporan tersebut memberikan sinyal kekuatan ekonomi, harga emas tidak menunjukkan respons signifikan. Sentimen pasar tampaknya lebih didorong oleh ekspektasi bahwa era suku bunga tinggi The Fed segera berakhir.
Analis pasar komoditas, Phillip Haberkorn, menilai tren kenaikan logam mulia masih akan berlanjut.
Artikel Terkait
Berbasis AI, Prabowo Bagikan Kacamata Pintar untuk Warga Tunanetra yang Dapat Scan Data, Uang hingga Lawan Bicara
Tragedi Terra Drone: 22 Karyawan Tewas Terjebak Asap, Damkar Ungkap Akar Masalahnya
Mendagri Jatuhkan Sanksi 3 Bulan untuk Bupati Aceh Selatan, Tegur Keras Kepala Daerah yang Pergi Saat Bencana
Banjir-Longsor di Sumatra: Pakar Sebut Siklon Senyar Bukan Satu-satunya Pemicu, Peran Industri Dipertanyakan?
Harga RAM Melonjak Tak Masuk Akal, Industri PC Ikut Guncang: Penjualan Motherboard Anjlok hingga 50 Persen
Indonesia Bidik Emas Perdana SEA Games 2025 dari Lintasan Downhill
Kemenhub Buka 33 Ribu Kuota Mudik Gratis Nataru, Masyarakat Diimbau Segera Daftar!
Kejagung Siap Bongkar Peran Nadiem di Kasus Chromebook, Bantah Klaim Tak Terlibat
BMW Tunjuk Milan Nedeljkovic sebagai Nakhoda Baru, Resmi Pimpin Dewan Manajemen Mulai 2026
Hadirkan Bank Terapung, Mari Kenalan dengan Teras BRI Kapal yang Dinanti Masyarakat Kepulauan