INSIBERNEWS - Kontingen Merah Putih mulai tancap gas sehari setelah upacara pembukaan SEA Games 2025 di Thailand. Rabu pagi ini menjadi momentum penting karena Indonesia berpeluang mengemas medali emas pertamanya dari cabang balap sepeda, khususnya nomor downhill yang digelar di kawasan Khao Kheow Open Zoo, Bang Phra, Si Racha, Chonburi.
Ajang downhill kali ini menjadi sorotan karena selama beberapa tahun terakhir Indonesia dikenal memiliki deretan pembalap yang sangat kompetitif, bukan hanya di ASEAN, tetapi juga di level Asia.
Hal itu membuat atmosfer optimisme cukup kuat sejak para atlet turun untuk sesi latihan resmi dua hari lalu.
Dari sektor putra, Rendy Varera Sanjaya dijadwalkan menjadi rider pertama Indonesia yang berlaga. Ia turun tepat pukul 09.00 WIB dan disebut pelatih sebagai salah satu atlet yang sedang berada dalam kondisi sangat stabil.
Rendy sebelumnya mencatatkan waktu terbaik ketiga pada sesi uji lintasan dan dianggap punya peluang memperbaiki performa saat race berlangsung.
Sementara itu dari sektor putri, Indonesia menurunkan dua nama besar: Milatul Khaqimah dan Riska Amelia Agustina. Keduanya sudah malang melintang di ajang internasional dan dianggap sebagai kekuatan utama Indonesia dalam usaha merebut emas downhill. Duo rider ini bahkan menjadi perbincangan di arena sejak kedatangan kontingen.
Milatul menjadi nama yang paling dielu-elukan. Statusnya sebagai juara Asia dua tahun beruntun, yakni 2024 dan 2025, membuatnya otomatis masuk daftar favorit kuat.
Selain kemampuan teknis, ia dikenal sangat tenang dalam situasi kompetisi tekanan tinggi—karakter yang dibutuhkan untuk melewati jalur Khao Kheow yang penuh tikungan curam dan drop ekstrem.
“Lintasannya menantang, tapi saya sudah siap. Fokusnya satu yaitu memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Milatul saat sesi jumpa pers singkat usai latihan.
Baca Juga: Kecopetan saat Liburan di Bali, Polisi Tangkap Pencuri Dompet Jeon Hye Bin
Riska Amelia yang mendampinginya juga tak kalah siap. Meskipun bukan unggulan utama, Riska punya catatan manis karena sempat menjadi peraih waktu tercepat pada simulasi race internal tim. Kecepatan stabilnya di trek kering disebut-sebut bisa menjadi kejutan bila kondisi cuaca mendukung.
Peningkatan atmosfer jelang lomba dirasakan seluruh tim. Pelatih kepala tim sepeda Indonesia menyebut bahwa seluruh atlet datang dengan persiapan matang dan mental yang kuat.
Artikel Terkait
Gedung Terra Drone di Cempaka Putih Terbakar: 17 Orang Tewas, 15 Pegawai Berhasil Selamat usai Sempat Terjebak
Prabowo Tambah Anggaran Provinsi 20M dan Kabupaten 4M: Penuhi Kebutuhan Korban Bencana Bayi dan Perempuan
Banjir Sumatera Utara 2025 Telan 338 Korban Jiwa, BMKG Peringatkan Bibit Siklon Tropis 91S
Kontroversi Donasi 10 Miliar: Ferry Irwandi Respon Sindiran DPR soal Bencana Sumatera
Kecopetan saat Liburan di Bali, Polisi Tangkap Pencuri Dompet Jeon Hye Bin
Berbasis AI, Prabowo Bagikan Kacamata Pintar untuk Warga Tunanetra yang Dapat Scan Data, Uang hingga Lawan Bicara
Tragedi Terra Drone: 22 Karyawan Tewas Terjebak Asap, Damkar Ungkap Akar Masalahnya
Mendagri Jatuhkan Sanksi 3 Bulan untuk Bupati Aceh Selatan, Tegur Keras Kepala Daerah yang Pergi Saat Bencana
Banjir-Longsor di Sumatra: Pakar Sebut Siklon Senyar Bukan Satu-satunya Pemicu, Peran Industri Dipertanyakan?
Harga RAM Melonjak Tak Masuk Akal, Industri PC Ikut Guncang: Penjualan Motherboard Anjlok hingga 50 Persen