INSIBERNEWS - BMW Group resmi mengumumkan pergantian pucuk pimpinan mereka. Milan Nedeljković ditunjuk sebagai Ketua Dewan Manajemen BMW AG yang baru dan akan mulai menjalankan tugasnya pada Mei 2026. Ia menggantikan Oliver Zipse yang masa jabatannya diperpanjang hingga melewati usia pensiun normal dan berakhir tahun 2026.
Ketua Dewan Pengawas BMW AG, Nicolas Peter, menyebut sosok Milan sebagai pemimpin yang lengkap, dengan perpaduan kemampuan teknis, ketajaman visi bisnis, dan mentalitas eksekusi yang kuat.
Menurutnya, kombinasi tersebut membuat Milan menjadi figur ideal untuk membawa BMW menghadapi era persaingan industri otomotif yang semakin ketat.
Baca Juga: Suzuki Kembangkan Lini Hybrid, Tegaskan Efisiensi Tanpa Hilang Tenaga
Milan bukan wajah baru di BMW. Ia telah duduk di jajaran Dewan Manajemen sejak 2019 dan memegang tanggung jawab penting sebagai kepala divisi produksi. Di posisi itu, ia berperan langsung dalam berbagai transformasi lini manufaktur BMW, termasuk ekspansi produksi kendaraan listrik yang terus berkembang dalam lima tahun terakhir.
Pria berusia 56 tahun itu memulai kariernya di BMW pada 1993 sebagai trainee. Seiring waktu, ia meniti tangga karier dengan konsisten, mengemban sejumlah posisi strategis baik di dalam maupun luar Jerman. Rekam jejaknya mencakup pengalaman internasional yang luas, termasuk keterlibatan dalam beberapa proyek global BMW.
Sebelum menjadi anggota Dewan Manajemen, Milan sempat memimpin sejumlah fasilitas kunci perusahaan, seperti Pabrik Oxford, Pabrik Leipzig, dan Pabrik Munich.
Ia juga pernah menjabat sebagai Senior Vice President Corporate Quality, jabatan yang menuntut ketelitian dan standar tinggi dalam setiap proses produksi kendaraan BMW.
Baca Juga: Hati-Hati Beli Mobil Bekas Leasing, Simak Dulu Hal Penting Ini Biar Nggak Rugi
Kontrak jabatannya sebagai Ketua Dewan Manajemen diketahui akan berlangsung hingga tahun 2031, menandakan kepercayaan besar dari Dewan Pengawas terhadap arah kepemimpinan yang akan ia bawa.
Keputusan penunjukan Milan sebagai ketua baru bukan tanpa alasan. Masa jabatan Oliver Zipse—yang sebelumnya memimpin transformasi digital dan elektrifikasi di BMW—telah diperpanjang hingga tahun 2026 agar proses transisi kepemimpinan berjalan mulus dan terstruktur.
Dengan masuknya Milan sebagai pemegang kendali tertinggi manajemen, BMW diyakini siap mengakselerasi strategi elektrifikasi, memperkuat efisiensi rantai produksi, dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemain utama mobil premium dunia.
Baca Juga: 55 Tahun di Indonesia, Suzuki Klaim Sudah Tanam Investasi Rp22 Triliun dan Serap Ribuan Pekerja
Harapan besar kini mengiringi langkah Milan. Mengingat rekam jejak panjangnya di dalam tubuh perusahaan, publik menilai pergantian ini bukan sekadar rotasi biasa, melainkan langkah strategis untuk membawa BMW memasuki fase baru industri otomotif global.***
Artikel Terkait
Kematian Kucing Kit Kat Picu Desakan Atur Ulang Izin Operasional Mobil Otonom Waymo di San Francisco
Kolaborasi BMW–Momenta Siapkan iX3 Generasi Baru dengan Teknologi Otonom yang Lebih Cerdas
Jejak Baru Suzuki Indonesia di Pasar Global, Fronx dan Satria Resmi Meluncur ke Mancanegara
Suzuki Segarkan GSX-8R dan V-Strom 1050RE, Hadirkan Warna Baru yang Lebih Berani
Changan Resmi Mendarat di Indonesia, Bawa Dua Mobil Listrik dan Misi Baru untuk Pasar Nusantara
55 Tahun di Indonesia, Suzuki Klaim Sudah Tanam Investasi Rp22 Triliun dan Serap Ribuan Pekerja
Veloz Hybrid Resmi Meluncur, Toyota Mulai Babak Baru Elektrifikasi MPV Keluarga di Indonesia
Mitsubishi Akui Pasar Lesu, Target Penjualan Nasional 850 Ribu Unit Dinilai Terlalu Muluk
Hati-Hati Beli Mobil Bekas Leasing, Simak Dulu Hal Penting Ini Biar Nggak Rugi
Suzuki Kembangkan Lini Hybrid, Tegaskan Efisiensi Tanpa Hilang Tenaga