Sementara itu, lembaga pemerintahan lainnya akan tetap dibiayai melalui resolusi lanjutan hingga 30 Januari 2026. Salah satu poin penting dari kesepakatan ini adalah pembatalan gelombang pemutusan hubungan kerja massal terhadap ribuan pegawai federal sejak awal Oktober lalu.
Setelah melalui proses pemungutan suara final, paket pendanaan ini akan dikirim ke Gedung Putih untuk ditandatangani Presiden Trump.
Dengan kabar positif tersebut, pelaku pasar kini menantikan langkah selanjutnya dari pemerintah AS. Jika shutdown benar-benar berakhir, bukan hanya ekonomi AS yang mendapat dorongan, tetapi juga pasar negara berkembang seperti Indonesia yang selama ini ikut terdampak ketidakpastian global.***
Artikel Terkait
Dihujat Netizen Karena Azizah Salsha Jadi Muse di JFW 2026, Dan Host Live Blunder Brand Erspo Akhirnya Minta Maaf
Imbas Terjadinya Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pemerintah Akan Batasi Game Online, Termasuk PUBG
Marsinah, Simbol Perlawanan Buruh Era Orde Baru, Resmi Jadi Pahlawan Nasional Bersama Soeharto dan Gus Dur
Komisi Reformasi Polri Bentukan Prabowo dan Versi Internal Siap Jalan Bareng, Jimly Pastikan Sinergi Tanpa Tumpang Tindih
Heboh! Rumor Kris Wu Eks Member EXO Meninggal Dunia di Penjara, Pihak Terkait Masih Bungkam
DJ Bravy Akui Selingkuh dan Umumkan Putus dari Erika Carlina, Pernikahan Batal Digelar
Keluarga Pahlawan Nasional Dapat Bantuan Rp57 Juta per Tahun, Gus Ipul: Bentuk Penghormatan atas Jasa Mereka
Wujudkan Asta Cita Untuk Pemerataan Ekonomi, BRI Berdayakan 4,909 Desa BRILiaN
Kasus Bullying di SMPN 19 Tangsel: Siswa Kelas 1 Dianiaya hingga Luka di Kepala, Pihak Sekolah dan PPA Turun Tangan
Senat AS Akhiri Kebuntuan Panjang, Pemerintah Akhirnya Kembali Beroperasi