INSIBERNEWS - Indonesia kembali menorehkan prestasi di sektor perikanan setelah berhasil melanjutkan ekspor udang ke Amerika Serikat (AS) dengan nilai mencapai Rp20,4 miliar.
Keberhasilan ini menandai pulihnya kepercayaan pasar global terhadap mutu dan keamanan produk perikanan nasional, terutama setelah sempat tersendat akibat isu paparan zat radioaktif Cesium-137.
Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Bikin Heboh Usai Unggah Foto dan Tulis Caption Bahasa Indonesia di Instagram
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) KKP, Ishartini, mengatakan bahwa pengiriman perdana telah dilakukan secara bertahap dengan total tujuh kontainer berisi 106 ton udang. Nilainya mencapai 1,2 juta dolar AS atau sekitar Rp20,14 miliar.
Kita lepas tujuh kontainer kemarin dengan memastikan seluruh produk telah melalui prosedur ketat dan bebas kontaminasi Cs-137.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan Radiation Portal Monitor (RPM) untuk memastikan keamanan penuh sebelum dikirim ke AS, ujar Ishartini dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/11).
Baca Juga: Netflix Buka Pop-Up Store 'KPop Demon Hunters' di 5 Kota Asia, Ada Dimana Saja?
Menurutnya, ekspor dilakukan secara bertahap. Dua kontainer pertama dikirim pada 31 Oktober, disusul dua kontainer lagi pada 1 November, kemudian dua kontainer tambahan pada 3 November, dan terakhir satu kontainer diberangkatkan pada 4 November 2025. Seluruh proses berjalan lancar tanpa kendala teknis di pelabuhan keberangkatan.
Pemerintah memastikan bahwa keberlanjutan ekspor ini menjadi bukti nyata meningkatnya daya saing dan kredibilitas Indonesia di pasar global.
Setelah melalui audit ketat, lembaga pengawas pangan dan obat AS, US Food and Drug Administration (FDA), secara resmi menunjuk Badan Mutu KKP sebagai Certifying Entity (CE) untuk sertifikasi bebas Cesium-137 pada produk udang Indonesia.
Baca Juga: FIFA Luncurkan Penghargaan Perdamaian Dunia, 'Football Unites the World' Siap Diberikan Desember Ini
Penunjukan ini berarti bahwa sertifikasi dari Indonesia kini diakui secara langsung oleh otoritas AS. Dengan begitu, pengiriman udang dari Indonesia tidak lagi menghadapi hambatan administratif yang sempat menunda ekspor beberapa bulan sebelumnya.
Pemerintah menilai keberhasilan ini bukan hanya soal nilai ekonomi, tetapi juga tentang reputasi dan kepercayaan.
KKP berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan mutu, termasuk penerapan traceability atau pelacakan asal produk agar seluruh tahapan produksi bisa dipantau secara transparan.
Artikel Terkait
6 Bulan Tanpa Gaji! MKD Vonis Sahroni, Eko, Nafa Urbach Langgar Kode Etik Berat
Dampak Nyata Transformasi Digital, Qlola by BRI Raih Penghargaan di Anugerah Inovasi Indonesia 2025
KPK Gerebek Rumah Dinas Gubernur Riau, Lanjutkan Penelusuran Kasus Dugaan Pemerasan di Pemprov
Krisis Pemerintahan AS Ancam Dunia Penerbangan, 40 Bandara Siap Pangkas Jadwal Terbang
Airlangga Yakin Danantara Mampu Beri Jalan Keluar untuk Utang Proyek Kereta Cepat Whoosh
Usai Ajukan Banding, Hukuman Vadel Badjideh Diperberat Jadi 12 Tahun, Terbukti Bersalah dalam Dua Kasus Berat
Zohran Mamdani Ukir Sejarah, Jadi Wali Kota Muslim Pertama New York
FIFA Luncurkan Penghargaan Perdamaian Dunia, 'Football Unites the World' Siap Diberikan Desember Ini
Netflix Buka Pop-Up Store 'KPop Demon Hunters' di 5 Kota Asia, Ada Dimana Saja?
Jisoo BLACKPINK Bikin Heboh Usai Unggah Foto dan Tulis Caption Bahasa Indonesia di Instagram