TERKUAK! Siswi MTs Sukabumi Wafat Diduga Bunuh Diri, Fakta Baru Terungkap Karena Perlakuan ini

Photo Author
Abd. Rachman, Insibernews
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 15:54 WIB
Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Sukabumi Agus Santosa(dok ist)
Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Sukabumi Agus Santosa(dok ist)

 


INSIBERNEWS – Kasus kematian tragis siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) berinisial AK (14), yang diduga mengakhiri hidupnya sendiri, kian membuka tabir fakta baru yang sangat krusial.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi secara mengejutkan mengungkap bahwa korban sempat terlibat perselisihan dengan kakak kelasnya tak lama sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

Temuan ini sontak menguatkan dugaan bahwa isu psikologis, bahkan potensi bullying, melatarbelakangi insiden pilu ini.

Baca Juga: Sidak Berujung Kekerasan, Wagub Pidie Jaya Minta Maaf usai Viral Pukul Kepala SPPG Sagoe

Bukan Kekerasan Fisik, Tapi Bullying Verbal yang Menyakitkan

Kasubbag TU Kemenag Kabupaten Sukabumi, Agus Santosa, membenarkan adanya temuan ini berdasarkan hasil koordinasi intensif dengan berbagai instansi.

"Hasil koordinasi, ada identifikasi komunikasi yang kurang baik antara korban dengan kakak kelasnya. Bahkan, ada pernyataan dari almarhum yang termuat di surat wasiat mengenai sedikit perselisihan antara siswa kelas VIII dan IX," ungkap Agus kepada awak media usai rapat koordinasi Forkopimda di kantor Kemenag, Kamis (30/10/2025).

Meskipun masalah tersebut disebut telah diselesaikan oleh Guru Bimbingan Konseling (BK) dan tidak sampai pada kekerasan fisik, pihak Kemenag justru menyoroti dampak dari jenis perundungan lain: perundungan verbal.

"Ada bahasa-bahasa yang dikira komunikasi biasa, tapi sebenarnya bentuk perundungan verbal. Misalnya menyebut teman dengan kata yang tidak pantas, dianggap bercanda, padahal bisa menyakiti perasaan orang lain," tegas Agus.

Ia menambahkan, perundungan atau ejekan di lingkungan sekolah sering kali dianggap hal lumrah oleh pelajar, padahal dampak psikologisnya bisa sangat besar dan destruktif bagi mental anak.

Baca Juga: Menkeu Pastikan Dana Rp200 Triliun Mengalir ke Kredit Masyarakat, Bukan Konglomerat

Evaluasi Menyeluruh dan Kolaborasi Pencegahan Bullying

Menyikapi temuan ini, Kemenag langsung bergerak cepat menggelar pertemuan koordinasi yang melibatkan unsur-unsur penting, termasuk Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, Disdik, DP3A, Polres

Sukabumi, hingga pihak MTsN 3 Sukabumi.
Fokus utama dari forum ini bukanlah untuk mencari siapa yang salah dan benar, melainkan menjadi momentum evaluasi total agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang.

Halaman:

Editor: Abd. Rachman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X