INSIBERNEWS - Setelah beberapa bulan sempat sulit ditemukan, bahan bakar minyak RON 92 atau BP 92 kini kembali tersedia di sejumlah SPBU bp di Indonesia. Kabar ini disambut positif oleh pengguna kendaraan yang selama ini harus mencari alternatif BBM dengan oktan menengah.
Kembalinya pasokan BP 92 mengikuti pertemuan antara pengelola SPBU swasta dan Pertamina yang difasilitasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan kerja sama terkait mekanisme pembelian dan distribusi BBM antara kedua pihak.
Baca Juga: Trump Perintahkan Uji Coba Nuklir, AS Teken 'Kesetaraan' dengan Negara Bersenjata Nuklir
Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menekankan bahwa kolaborasi ini penting untuk memastikan pasokan BBM tetap stabil.
“Dengan sinergi antara SPBU swasta dan Pertamina, distribusi energi bisa lebih lancar dan masyarakat tidak lagi menghadapi kelangkaan,” ujarnya.
Baca Juga: Doyoung dan Jungwoo NCT Siap Jalani Wajib Militer Bersama Desember 2025
Manajemen SPBU bp juga menegaskan komitmen mereka melayani pelanggan dengan produk berkualitas. Selain menyediakan BBM, SPBU bp tetap menghadirkan fasilitas nyaman dan layanan tambahan, termasuk tenant pendukung yang siap menemani perjalanan pengguna.
Meski BP 92 mulai pulih, stok BBM beroktan tinggi seperti BP Ultimate masih terbatas di beberapa daerah, terutama di Jabodetabek dan Surabaya. Beberapa konsumen masih melaporkan sulitnya menemukan varian premium ini di SPBU tertentu.
Baca Juga: Jelang Pergantian Tahun, Kemenhub Siapkan Extra Flight dan Tiket Terjangkau Hadapi Libur Nataru 2026
Kelangkaan BBM di SPBU swasta sempat terjadi sejak Agustus 2025, memicu antrian panjang di SPBU Pertamina. Banyak pengguna beralih ke Pertamax dan Pertamax Turbo sebagai alternatif sementara. Untuk mempercepat pemulihan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mendorong SPBU swasta memanfaatkan kuota impor milik Pertamina.
Harga BBM di SPBU bp kini kembali diumumkan secara resmi. Per akhir Oktober 2025, BP 92 dijual Rp12.890 per liter, BP Ultimate Rp13.420 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp14.270 per liter. Kebijakan harga ini diharapkan membantu masyarakat menikmati mobilitas tanpa tekanan biaya tinggi.
Baca Juga: Pemkab Bantul Telusuri Dugaan Perdagangan Daging Anjing, Satpol PP Siap Turun ke Lapangan
Pengamat energi, Herman Dwianto, menilai langkah kolaboratif antara SPBU swasta dan BUMN energi ini bisa menjadi model distribusi BBM yang lebih stabil ke depan.
“Kerja sama semacam ini penting untuk menjaga ketersediaan BBM dan menstabilkan harga di pasar nasional,” ujarnya.
Artikel Terkait
DEDE' Satpol PP Bukan Orang Sembarangan: Dipanggil Pramono Gegara Jago Bahasa Inggris Pasih
Harvey Moeis Resmi Jalani Hukuman 20 Tahun Penjara atas Kasus Korupsi Timah, Dieksekusi ke Lapas Cibinong
Layanan Microsoft Azure Sempat Lumpuh Global, Gangguan DNS Picu Kekacauan Digital
Ratusan Siswa Menjadi Korban Keracunan MBG di Gunungkidul, Bupati Tinjau Kebersihan Dapur SPPG
Pemkab Bantul Telusuri Dugaan Perdagangan Daging Anjing, Satpol PP Siap Turun ke Lapangan
Prediksi Cuaca Hari Ini: Pagi hingga Siang Berawan, Sore Berpotensi Hujan Ringan
Desak Transparansi Kajian Air Tanah, DPR Ingatkan Aqua Tak Boleh Eksploitasi Sumber Air Secara Berlebihan
Trump Perintahkan Uji Coba Nuklir, AS Teken 'Kesetaraan' dengan Negara Bersenjata Nuklir
Jelang Pergantian Tahun, Kemenhub Siapkan Extra Flight dan Tiket Terjangkau Hadapi Libur Nataru 2026
Doyoung dan Jungwoo NCT Siap Jalani Wajib Militer Bersama Desember 2025