Minta Publik Jangan Terlena, Pakar Ekonomi Ferry Latuhihin Soroti Fenomena 'Purbaya Everywhere'

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 12:47 WIB
Menyoroti pernyataan pakar ekonomi, Prof. Ferry Latuhihin terkait gaya koboi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa.  (Instagram.com / @purbayayudhi_official - @akbarfaizal_uncensored)
Menyoroti pernyataan pakar ekonomi, Prof. Ferry Latuhihin terkait gaya koboi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram.com / @purbayayudhi_official - @akbarfaizal_uncensored)

INSIBERNEWS - Berkat gaya komunikasinya yang khas, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa acapkali menarik perhatian publik di media sosial (medsos).

Sehingga muncul fenomena “Purbaya Everywhere” di medsos, yakni saat warganet memperbincangkan gaya komunikasi dan citra baru sang Menkeu.

Meski begitu, bagi sebagian kalangan publik, sorotan ini justru mengalihkan perhatian publik dari substansi kebijakan yang dijalankan.

Baca Juga: Pamer Buku Nikah, Andrew Andika dan Violentina Kaif Dikabarkan Menikah Diam-diam di Tanah Suci

Sindiran dari Pakar Ekonomi: Purbaya Everywhere
Pengamat Ekonomi sekaligus Analis Pasar Modal, Prof. Ferry Latuhihin menilai masyarakat Indonesia kerap terlena dengan gaya populis pejabat publik.

Ferry menyoroti kecenderungan publik yang mudah terpengaruh oleh citra dan komunikasi pejabat di medsos.

“Masyarakat Indonesia itu seringkali tertipu oleh gaya-gaya. Gampang sekali kita menipu masyarakat dengan medsos, terlebih sekarang hidup dalam era post-truth,” terangnya.

Baca Juga: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Tinjau Korban Banjir Semarang, Instruksikan Layanan Kesehatan Siaga 24 Jam

Selain soal gaya bicara, sebelumnya, Menkeu Purbaya pernah tampil di hadapan publik dengan mengenakan jaket biru tua berlogo angka 8 persen, simbol dari target pertumbuhan ekonomi nasional yang ia canangkan.

Dengan nada santai, Purbaya mengaku jaket tersebut merupakan pemberian langsung dari pihak Istana.

“Sebelumnya nih, dibagi dari sana. Dari orang istana,” ujarnya sambil menunjuk logo di dadanya yang bertuliskan "8 persen" saat meninggalkan Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, pada Selasa, 21 Oktober 2025.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Soroti Krisis Air di Sekitar Pabrik Aqua Subang, Warga Keluhkan Kekeringan

Sikap percaya diri ini mencerminkan optimisme pemerintah untuk membawa ekonomi Indonesia tumbuh lebih cepat di tahun 2026 mendatang.

Mengingat hal itu, Ferry menyebut target pertumbuhan ekonomi 8 persen masih jauh dari realistis bila pemerintah terus bergantung pada belanja negara tanpa memperluas ruang bagi sektor swasta.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X