Dedi Mulyadi Soroti Krisis Air di Sekitar Pabrik Aqua Subang, Warga Keluhkan Kekeringan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Rabu, 29 Oktober 2025 | 11:04 WIB
Illustrasi kekeringan air (foto: iStockphoto) (Varin Vaprilia Caroline)
Illustrasi kekeringan air (foto: iStockphoto) (Varin Vaprilia Caroline)

INSIBERNEWS - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, kembali mencuri perhatian publik setelah melakukan inspeksi mendadak ke pabrik PT Tirta Investama (Aqua) di Subang, Rabu (22/10) pekan lalu.

Kunjungan ini menjadi sorotan karena Dedi menerima langsung keluhan warga yang merasa sulit mendapatkan air bersih di sekitar kawasan pabrik. Video momen tersebut pun viral di media sosial.

“Jangan sampai seperti ini. Air dari sini diambil dan dijual dengan harga mahal, tapi masyarakat sekitar gunung kesulitan mandi karena tidak punya air,” ujar Dedi menohok.

Baca Juga: Presiden Prabowo Genjot Renovasi Rumah Tak Layak Huni, Target Capai 400 Ribu Unit di 2026

KDM menegaskan pentingnya keseimbangan antara aktivitas industri dan kebutuhan dasar masyarakat sekitar. Ia meminta perusahaan memastikan operasional mereka tidak mengganggu akses air bagi warga.

Dalam dialog bersama warga, seorang ketua RW mengaku belum pernah menerima manfaat langsung dari keberadaan pabrik Aqua di wilayahnya.

“Enggak ada, Pak. Saya sebagai ketua RW saja belum pernah minum dari Aqua, apalagi warga lain. Bantuan air bersih juga tidak ada,” keluhnya.

Baca Juga: Gurita Bisnis Minimarket, Judol, dan Produk Impor Jadi Ancaman Serius Bagi UMKM

Keluhan serupa dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain, seperti Klaten, Bogor, dan Pasuruan, yang juga memiliki pabrik Aqua. Warga di kawasan tersebut menyebut sumur-sumur mereka sering mengering saat musim kemarau, sehingga mereka terpaksa membeli air untuk kebutuhan sehari-hari.

Dedi menekankan, perusahaan besar seperti Aqua memiliki tanggung jawab sosial yang jelas, termasuk memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar pabrik.

Selain itu, KDM mendorong pemerintah daerah dan pihak perusahaan untuk membuat sistem distribusi air yang adil, agar warga tetap bisa mengakses air bersih tanpa terganggu aktivitas industri.

Baca Juga: Kejagung Geledah Lima Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Sawit 2022

Ia menambahkan, upaya ini bukan sekadar soal keluhan sesaat, tetapi menjadi bagian dari perlindungan hak warga atas kebutuhan dasar, sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan hidup di daerah penghasil air. ***

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X