Sementara itu, pihak AS merespons pernyataan tersebut dengan hati-hati. Juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Washington tetap berkomitmen mendukung keamanan Israel, namun menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan menghindari eskalasi baru yang bisa menggagalkan proses perdamaian.
Meski begitu, situasi di kawasan masih rentan. Gencatan senjata yang baru disepakati belum sepenuhnya menjamin berakhirnya konflik.
Dengan pernyataan terbaru Netanyahu, banyak pihak khawatir kesepakatan damai yang rapuh ini bisa kembali runtuh kapan saja, membuka kembali babak baru ketegangan di Timur Tengah. ***
Artikel Terkait
Tragis! Ibu Muda di Bukittinggi Tega Buang dan Mutilasi Bayi Sendiri di Ngarai Sianok
Percepatan Dekontaminasi Cs-137 di Cikande Dikebut, Warga Zona Merah Mulai Direlokasi Demi Keamanan
RTM Malaysia Minta Maaf Usai Keliru Sebut Prabowo Sebagai Jokowi di Siaran Langsung KTT ASEAN
SKANDAL Jual Beli Tanah: Kades Cikuda Bogor Resmi Tersangka dan Ditahan Polisi
Viral! Gegara Adu Mulut, TKA Dikeroyok hingga Tewas oleh Rekan Pekerja di Morowali
Momen Prabowo Gandeng Sultan Brunei Turuni Tangga usai Insiden Jatuh di KTT ASEAN Curi Perhatian
Tegaskan Persatuan, Prabowo Ungkap Hasil KTT ASEAN Tunjukkan Semangat Kebersamaan dan Perdamaian Kawasan
TKA di Sulteng Tewas usai Dikeroyok, Jeratan Pidana Berat Siap Bayangi Pelaku
Hasan Nasbi Soroti Menkeu Purbaya Yang Sering Kritik Pemerintah Terang-Terangan, Menurutnya Lakukan Secara Tertutup
Jelang Pertemuan Trump–Xi di Korsel, AS Tiba-Tiba Cabut Ancaman Tarif 100 Persen untuk China