Klaim Proyek Berjalan Baik, China Soroti Dampak Positif Ekonomi Indonesia di Tengah Polemik Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 24 Oktober 2025 | 08:42 WIB
Tangkapan layar kereta api Whoosh. ((setneg.go.id))
Tangkapan layar kereta api Whoosh. ((setneg.go.id))

INSIBERNEWS - Pemerintah China buka suara terkait polemik utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh, China mengklaim proyek tetap berjalan baik dan memberikan manfaat ekonomi besar bagi Indonesia.

Disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, bahwa proyek hasil kerja sama kedua negara itu telah beroperasi dengan lancar selama dua tahun dan terbukti memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Selama dua tahun terakhir, kereta cepat Jakarta–Bandung telah mempertahankan operasi yang aman, tidak terhambat, dan tertib,” ujar Guo dalam konferensi pers reguler pada Senin 20 Oktober 2025 lalu.

Baca Juga: Ratusan Tokoh Dunia Serukan Hentikan Pengembangan Super AI, Khawatir Ubah Masa Depan Umat Manusia

China Klaim KCJB Beri Dampak Ekonomi Positif
Guo menyebut hingga kini, KCJB telah melayani lebih dari 11,71 juta penumpang, dengan jumlah pengguna yang terus meningkat setiap bulannya.

Ia menilai keberadaan proyek tersebut menciptakan manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan.

“Manfaat ekonomi dan sosialnya terus dilepaskan, menciptakan sejumlah besar lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang jalur. Ini telah diakui dan disambut baik oleh berbagai sektor di Indonesia,” ucap Guo.

Baca Juga: Pabrik Limbah B3 di Karawang Ludes Terbakar, Api Sulit Dijinakkan Sejak Malam

Ditegaskan bahwa proyek infrastruktur besar seperti KCJB tidak semestinya diukur semata dari sisi keuangan.

Sebab, nilai tambah publik dan kontribusi terhadap konektivitas kawasan jauh lebih penting untuk dilihat.

“China siap bekerja sama dengan Indonesia untuk terus memfasilitasi operasi kereta cepat Jakarta-Bandung yang berkualitas tinggi agar proyek tersebut berperan lebih besar dalam mendorong pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia,” tutupnya.

Baca Juga: Jonathan Frizzy Divonis 8 bulan Penjara, Ia Beri Komentar : Semoga Cepat Selesai, Saya Punya Anak dan Hidupnya Benar

Polemik utang KCJB ini ramai usai sikap tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak merogoh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menanggung utang proyek tersebut.

Menurut Purbaya, beban utang KCJB merupakan tanggung jawab Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menjadi pelaksana proyek.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X