INSIBERNEWS - Ahmad Sahroni Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang sempat mengkritik pendemo, diduga kabur.
Kabar ini disampaikan oleh tokoh publik sekaligus aktivis Ferry Irwandi di akun instagramnya.
Ferry membagikan sebuah tangkapan layar chat yang menampilkan Sahroni sedang duduk memainkan ponsel di kursi bandara.
Baca Juga: Rakornas Inflasi dan Digitalisasi Daerah 2025 Ditunda, Menunggu Agenda Presiden Prabowo
Dalam chat tersebut terdapat keterangan yang mengatakan anggota DPR yang turun jabatan itu kabur ke negara tetangga, Singapura.
"Sahroni kabur ni ke SG,"
Dalam keterangan postingan yang dibagikan oleh toko publik dan aktivis pendiri Malaka Projek itu, Ferry menyampaikan kritiknya untuk Sahroni, yang diduga kabur di tengah masyarakat sedang berjuang menegakkan keadilan demokrasi.
Baca Juga: Komandan Brimob Polda Metro Temui Massa, Janjikan Transparansi Kasus Tewasnya Affan Kurniawan
"Kalau ini benar, maka orang ini sama pengecutnya dan rendahnya dengan kata bhizzer," terang Ferry Irwandi sebagaimana dikutip INSIBERNEWS (29/8/2025).
Ferry juga mengatakan bahwa sejauh mana Sahroni pergi, masyarakat akan selalu ada menuntut perilaku DPR yang belakangan ini membuat geram masyarakat.
"Mau kabur dimanapun, warga sipil selalu ada dimana pun,".
Baca Juga: Timnas Basket Pelajar Putri Tumbang dari Thailand, Gagal ke Final ASBC 2025
"Sekali lagi jika ini benar, kami tidak sudi di wakil pengecut culun seperti anda," tandas Ferry Irwandi.
Sementara itu, saat ini masih terjadi aksi unjuk rasa oleh masyarakat dan mahasiswa di beberapa titik.
Artikel Terkait
Puan Maharani Sampaikan Duka untuk Driver Ojol yang Tewas Tertabrak Rantis Brimob
Makin Ricuh! Gedung Aset MPR di Bandung Dibakar Saat Demo Ojol
Timnas Basket Pelajar Putri Tumbang dari Thailand, Gagal ke Final ASBC 2025
Propam Rilis Foto 7 Anggota Brimob yang Diperiksa Terkait Tewasnya Driver Ojol Affan Kurniawan
Komandan Brimob Polda Metro Temui Massa, Janjikan Transparansi Kasus Tewasnya Affan Kurniawan
Rakornas Inflasi dan Digitalisasi Daerah 2025 Ditunda, Menunggu Agenda Presiden Prabowo