PM Termuda Thailand Paetongtarn Shinawatra Lengser, Dinasti Politik Keluarganya Kembali Guncang

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:58 WIB
Paetongtarn Shinawatra - Perdana Menteri Thailand (Foto : istimewa)
Paetongtarn Shinawatra - Perdana Menteri Thailand (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Mahkamah Konstitusi Thailand resmi memberhentikan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra pada Jumat (29/8/2025) setelah hanya setahun menjabat.

Putusan ini dijatuhkan karena pelanggaran etika, sekaligus menjadi pukulan besar bagi keluarga Shinawatra yang selama lebih dari dua dekade silih berganti naik-turun di panggung kekuasaan Negeri Gajah Putih.

Baca Juga: Kecewa Soal Insiden Ojol Tewas, Prabowo Minta Usut Tuntas dan Tanggung Jawab Petugas

Paetongtarn, yang baru berusia 39 tahun, tercatat sebagai perdana menteri termuda dalam sejarah Thailand. Namun langkah politiknya harus terhenti lebih cepat setelah pengadilan menyatakan dirinya bersalah dalam kasus panggilan telepon bocor pada Juni lalu.

Dalam percakapan itu, ia tampak menundukkan diri kepada mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, di tengah ketegangan perbatasan kedua negara.

Baca Juga: Ariana Grande Umumkan Tur Dunia 2026, Kembali ke Panggung Setelah 7 Tahun Vakum

Beberapa minggu setelah rekaman itu beredar, situasi benar-benar memanas. Bentrokan bersenjata pecah di perbatasan dan berlangsung selama lima hari. Meski konflik mereda, sorotan publik terlanjur tajam, memunculkan kritik soal integritas dan kemandirian pemimpin muda tersebut.

“Ini adalah pelanggaran etika yang serius, terutama saat negara menghadapi situasi genting,” demikian bunyi pernyataan Mahkamah Konstitusi, dikutip dari Channel News Asia.

Putusan itu sekaligus menutup awal karier politik Paetongtarn yang sebenarnya baru mulai dirintis sejak tahun lalu.

Baca Juga: Dilantik sebagai Dirjen Migas, Bahlil Minta Laode Sulaeman Percepat Reformasi Energi

Partai Pheu Thai yang ia pimpin kini menghadapi dilema besar. Dengan aliansi yang rapuh dan mayoritas tipis di parlemen, proses pemilihan perdana menteri baru diprediksi tidak akan berjalan mulus.

Dinamika politik di Bangkok pun diperkirakan kembali memanas, bahkan bisa membuka jalan bagi intervensi militer seperti yang berkali-kali terjadi dalam sejarah modern Thailand.

Baca Juga: Gelombang Investasi Baru: 1.690 Perusahaan Bangun Pabrik, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Keluarga Shinawatra sendiri bukan nama asing dalam pusaran kekuasaan Thailand. Ayah Paetongtarn, Thaksin Shinawatra, pernah menjabat sebagai perdana menteri sebelum digulingkan melalui kudeta militer pada 2006.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X