Isu Limbah Radioaktif di Laut Kuning: Pemerintah Korea Selatan Pastikan Level Radiasi Masih Normal

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 5 Juli 2025 | 17:01 WIB
Laut Kuning (Navernews)
Laut Kuning (Navernews)

INSIBERNEWS – Dugaan pencemaran radiasi di perairan Laut Kuning kembali mencuat setelah beredar laporan bahwa pabrik pemrosesan uranium di Pyeongsan, Korea Utara, diduga membuang limbah radioaktif ke laut.

Menanggapi isu yang menjadi perhatian publik ini, Komisi Keselamatan dan Keamanan Nuklir Korea Selatan (Nuclear Safety and Security Commission/NSCC) segera melakukan serangkaian pemeriksaan intensif di area yang berbatasan langsung dengan Korea Utara, termasuk di Pulau Ganghwa, Provinsi Incheon.

Pulau Ganghwa menjadi titik fokus karena letaknya yang strategis, hanya dipisahkan perairan sempit dari wilayah Korea Utara.

Baca Juga: Dua Generasi, Dua Gaya: JY Park dan Karina aespa Rebut Sorotan di Waterbomb Festival Seoul 2025

Kekhawatiran publik memuncak setelah informasi yang tidak terverifikasi menyebut bahwa tingkat radiasi di Pantai Ganghwa mencapai 0,87 μSv per jam, delapan kali lebih tinggi dari ambang normal.

Hasil Pemeriksaan: Radiasi Masih Dalam Batas Aman

Dalam pernyataan resminya pada 1 Juli 2025, NSCC menyatakan bahwa hasil pengukuran menunjukkan tidak ada indikasi lonjakan radiasi yang membahayakan.


“Kami telah melakukan pemeriksaan level radiasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan, semuanya berada di batas normal,” ungkap juru bicara NSCC.

Baca Juga: Klarifikasi Menteri UMKM Maman Abdurrahman: Satu Rupiah pun Tak Ada dari Uang Negara

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di 244 titik lokasi menggunakan alat pemantauan radiasi otomatis yang mencatat data setiap 15 menit.

Hasilnya, tingkat radiasi di seluruh wilayah Korea berada pada kisaran 0,059 hingga 0,212 mikrosievert per jam (μSv/jam), masih dalam rentang radiasi alami harian yaitu 0,05–0,3 μSv/jam, yang dianggap aman oleh standar internasional seperti IAEA (International Atomic Energy Agency) dan WHO.

Sebagai respons atas klaim yang viral mengenai lonjakan radiasi di Pantai Ganghwa, NSCC juga menurunkan tim ahli dari Korea Institute of Nuclear Safety (KINS) untuk melakukan pengukuran langsung di lapangan.

Baca Juga: 7 Hal yang Menunjukkan Bahwa Cyrus Agung Itu Adalah Raja Dzulqarnain

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat radiasi sesungguhnya hanya mencapai 0,2 μSv/jam, jauh di bawah angka yang disebutkan di internet dan masih dalam batas normal.

Di wilayah Bukseong-ri, bagian selatan Pantai Ganghwa, pengukuran pada waktu yang sama—pukul 11 siang tanggal 1 Juli juga menunjukkan angka 0,143 μSv/jam, memperkuat kesimpulan bahwa tidak ada ancaman radiasi berbahaya di area tersebut.

Pyeongsan Uranium Concentrate Plant dan Kekhawatiran Regional

Fasilitas pemrosesan uranium di Pyeongsan telah lama menjadi sumber kekhawatiran bagi para pengamat internasional.

Baca Juga: Bantu Petani Dapatkan Akses Layanan Keuangan, AgenBRILink Ini Sukses Punya 3 Cabang

Dikenal sebagai satu-satunya fasilitas pengolahan uranium skala besar di Korea Utara, pabrik ini berfungsi mengolah yellowcake, bahan antara dalam produksi bahan bakar nuklir yang jika tidak dikelola dengan baik, dapat menghasilkan limbah radioaktif berbahaya.

Beberapa laporan dari citra satelit dan organisasi nirlaba internasional menunjukkan adanya kemungkinan limbah cair radioaktif yang dibuang ke sungai dan mengalir ke Laut Kuning.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran tidak hanya di Korea Selatan, tetapi juga di negara-negara tetangga seperti Tiongkok dan Jepang, yang berbagi wilayah perairan tersebut.

Baca Juga: Bentuk Kampung Haji Bareng Arab Saudi Saudi, Prabowo Siapkan Tim Khusus Bentuk Kajian dan Regulasi

Namun, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang cukup kuat yang dapat memastikan adanya pencemaran lintas batas dari fasilitas tersebut.

Pemerintah Korea Selatan tetap melakukan pemantauan ketat dan berkala di wilayah perbatasan, bekerja sama dengan berbagai lembaga sains dan keselamatan nuklir untuk memastikan keamanan masyarakat dan lingkungan.

Mengapa Angka Radiasi Penting?

Untuk memberikan konteks, paparan radiasi alami yang diterima manusia sehari-hari dari lingkungan—termasuk dari tanah, makanan, dan sinar kosmik—berkisar antara 0,1 hingga 0,3 μSv per jam. Sebagai perbandingan:

Baca Juga: Demi Investasi AI, Microsoft Lakukan Efisiensi Besar dengan PHK 9,000 Karyawan!

  • Pemeriksaan sinar-X gigi memaparkan sekitar 5 μSv sekali scan.
  • Penerbangan jarak jauh seperti Seoul–New York dapat memberi paparan hingga 50–100 μSv.

Artinya, angka yang terukur di Pulau Ganghwa masih jauh di bawah ambang batas bahaya, dan tidak menunjukkan adanya lonjakan signifikan.

Baca Juga: Kenapa Aktor Park Seo Joon Gugat Restoran Kecil? Ini Fakta di Baliknya

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X