Pengamat properti dari Universitas Indonesia, Dr. Budi Santoso, menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat untuk mencari solusi yang seimbang.
Baca Juga: Dugaan Gratifikasi di MPR RI, KPK Tetapkan Tersangka tapi Masih Rahasiakan Identitas
Dengan harga tanah yang terus meroket dan spekulasi yang kian marak, masa depan perumahan di Indonesia berada di persimpangan. Pemerintah perlu bergerak cepat untuk memastikan tanah tak lagi jadi alat spekulasi, tapi benar-benar dimanfaatkan untuk hunian yang terjangkau.
Jika tidak, kesenjangan antara kaya dan miskin di kota-kota besar bakal makin menganga, dan rumah akan tetap jadi angan-angan bagi jutaan keluarga.
Artikel Terkait
MIRIS! Bocah 10 Tahun Tewas di Kamar Mess Pabrik Tebu, Pelaku Masih Diburu Polisi
5 Negara Paling Aman Jika Perang Dunia Ketiga Meletus, Apakah Indonesia Termasuk?
Waspada! Judi Online Bikin Anak Kecanduan Parah, Dampaknya Setara Narkoba
Nekat! Seorang Pria Panjat Genteng Rumah Warga Usai Terciduk Lakukan Pelecehan Seksual di Bekasi
Yamaha Luncurkan Fazzio dengan Tampilan Segar dan Warna Baru, Inovasi atau Gimmick?
Serangan DDoS Terbesar Sepanjang Sejarah: 37,4 Terabyte dalam 45 Detik, Dunia Siber Dibikin Panik
Korut Murka Usai Serangan AS ke Iran: Sebut Langgar Piagam PBB dan Ganggu Perdamaian Dunia
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS, Dunia Waspada Krisis Energi
Kembali Blunder, Netizen Soroti Komentar Tasyi Athasyia yang Tak Suka Disebut Mirip Elvy Sukaesih Sang Legendaris
Iran Tuntut IAEA Kutuk Serangan AS, Sebut Langgar Hukum Internasional dan Perjanjian Nuklir