INSIBERNEWS – Sebuah insiden kekerasan terjadi di Pondok Pesantren Ora Aji milik Gus Miftah, Sleman, Yogyakarta.
Sebanyak 13 orang yang terdiri dari pengurus dan santri dilaporkan ke polisi atas dugaan melakukan pemukulan terhadap seorang santri berinisial KDR (23).
Kejadian ini mencuat setelah upaya penyelesaian secara kekeluargaan gagal mencapai kesepakatan.
Kapolresta Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto, membenarkan laporan tersebut dan menyebut bahwa peristiwa bermula dari dugaan pencurian uang oleh KDR.
Santri tersebut kabarnya beberapa kali tertangkap mencuri, dan saat kejadian terakhir, ia disebut-sebut dipukuli oleh sejumlah orang di lingkungan pondok.
Namun, pihak berwajib tidak merinci lebih lanjut soal bentuk kekerasan yang terjadi karena masih dalam proses penyelidikan.
Baca Juga: Viral Polisi Pakai Narkoba Cuma Disuruh Salat, Polda Kalsel Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan
Menurut tim kuasa hukum korban, pemukulan terjadi di dalam ruangan tertutup, bahkan korban diikat dan dipukul secara bergiliran.
KDR disebut dipaksa mengaku mencuri uang senilai Rp 700 ribu agar tidak terus dianiaya.
Setelah kejadian, pihak keluarga korban menyerahkan uang senilai kerugian tersebut ke pihak ponpes, namun proses hukum tetap berlanjut karena korban memilih melapor ke polisi.
Baca Juga: Empat Kali Meletus Sehari, Gunung Semeru Masih Labil dan Terus Dipantau Ketat
Dari 13 orang yang dilaporkan, empat di antaranya masih berstatus di bawah umur, sementara sisanya adalah orang dewasa.
Meski laporan pidana telah masuk, belum ada satu pun yang ditahan karena adanya pengajuan penangguhan penahanan.
Artikel Terkait
Gegara Tak Sengaja Senggol Motornya, Sopir Truk Jadi Korban Aniaya Karyawan BUMD DKI di SPBU Bekasi
Viral Polisi Pakai Narkoba Cuma Disuruh Salat, Polda Kalsel Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan
Empat Kali Meletus Sehari, Gunung Semeru Masih Labil dan Terus Dipantau Ketat
Bantah Spekulasi Publik, Seskab Teddy Tegaskan Tak Ada Minuman Beralkohol dalam Jamuan Gala Dinner Prabowo-Macron
Tambang Longsor Telan Alat Berat dan Pekerja, Dedi Mulyadi Bakal Resmi Tutup Gunung Kuda Selamanya
Duh! Produk Impor Terus Melejit Kuasai Pasar di Indonesia, Buruh Tekstil Terancam Kena PHK
Polemik Kebijakan Trump, Putri Presiden China Pernah Kuliah Di Harvard Pakai Nama Samaran
Proyek Chromebook Rp9,9 Triliun di Era Nadiem Disorot, Kejagung Usut Adanya Dugaan Korupsi dan Proyek Fiktif
Dilaksanakan Bulan Juni 2025, Wamendagri Bagikan Informasi Terkait Retret Kepala Daerah Gelombang Kedua
Tak Tinggal Diam, Pemerintah AS Ajukan Banding Putusan Pengadilan yang Guncang Tarif Trump