Viral Polisi Pakai Narkoba Cuma Disuruh Salat, Polda Kalsel Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 30 Mei 2025 | 19:49 WIB
Ilustrasi Oknum Polri (Foto : Istimewa)
Ilustrasi Oknum Polri (Foto : Istimewa)

INSIBERNEWS - Kabar tentang enam anggota polisi di Polres Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, yang terlibat penyalahgunaan narkoba sempat bikin geger warganet.

Apalagi, sempat beredar isu bahwa sanksi yang diberikan pada mereka hanyalah salat lima waktu. Publik pun ramai mempertanyakan keseriusan aparat dalam menindak pelanggaran berat semacam ini.

Baca Juga: Gegara Tak Sengaja Senggol Motornya, Sopir Truk Jadi Korban Aniaya Karyawan BUMD DKI di SPBU Bekasi

Menanggapi ramai suara netizen, Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan akhirnya buka suara. Ia menegaskan bahwa keenam anggota tersebut tidak hanya dibina secara spiritual, tapi juga tetap menjalani proses hukum sebagaimana aturan yang berlaku dalam institusi kepolisian.

Baca Juga: Tekankan Pentingnya Susu, Kepala BGN Cerita Anaknya Tumbuh Tinggi karena Minum Susu 2 Liter Sehari

"Tidak ada toleransi untuk narkoba di tubuh Polri. Semua pelanggaran, apalagi terkait narkoba, pasti kami proses sesuai aturan. Tanpa pandang bulu," ujar Rosyanto dalam keterangannya, Rabu, 28 Mei 2025.

Rosyanto juga menyampaikan bahwa langkah tegas ini merupakan bentuk komitmen Polda Kalsel untuk menjaga nama baik institusi sekaligus menunjukkan bahwa polisi tidak kebal hukum.

Menurutnya, masih banyak anggota yang bekerja dengan dedikasi dan profesionalisme tinggi, sehingga perilaku menyimpang harus segera ditindak agar tak mencoreng citra seluruh korps.

Baca Juga: Respon Dokter Spesialis Anak Soal Kepala BGN yang Sebut Minum Susu 2 Liter Sehari Bikin Anak Tinggi

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi menjelaskan bahwa salat lima waktu yang dijadikan pembinaan bagi para pelanggar adalah bagian dari upaya pendisiplinan secara moral dan spiritual. Namun ia menegaskan, itu bukan sanksi utama.

“Itu bagian dari pembinaan internal. Tapi proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya. Jadi, jangan salah paham,” ujarnya.

Baca Juga: Sukses Raih Trofi Bersejarah, Bologna Resmi Perpanjang Kontrak Pelatih Vincenzo Italiano hingga 2027

Adam juga menambahkan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan pengawasan publik. Ia meminta masyarakat untuk tidak buru-buru menyimpulkan hanya dari informasi yang belum utuh, dan percaya bahwa institusi kepolisian tetap konsisten dalam menegakkan aturan secara profesional.

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X