INSIBERNEWS - Jadwal mengenai pelaksanaan retret Kepala Daerah gelombang kedua telah resmi diumumkan.
Diungkapkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, bahwa retret gelombang kedua itu akan dilaksanakan bulan depan.
“Insya Allah akan diselenggarakan di bulan Juni (2025),” ujar Wamendagri Bima Arya kepada media di Padang, Sumatra Barat pada Kamis, 29 Mei 2025.
Baca Juga: Polemik Kebijakan Trump, Putri Presiden China Pernah Kuliah Di Harvard Pakai Nama Samaran
Tak sama dengan gelombang pertama yang digelar pada Februari lalu, retret bulan Juni nanti akan dilaksanakan di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor.
Adapun untuk pesertanya adalah para kepala daerah yang belum ikut retret gelombang pertama dan yang baru saja dilantik.
Bima Arya menuturkan sedikitnya ada sekitar 50 orang kepala daerah beserta wakilnya yang akan ikut dalam kegiatan ini.
Baca Juga: Duh! Produk Impor Terus Melejit Kuasai Pasar di Indonesia, Buruh Tekstil Terancam Kena PHK
“Pesertanya adalah yang kemarin tidak mengikuti di Magelang dan yang suda melewati PSU (Pelantikan Suara Ulang) yang sudah dilantik oleh Kemendagri,” ujar Bima Arya.
“Mungkin ada sekitar 50 lebih lah pesertanya beserta wakilnya langsung,” tambahnya.
Ia kemudian memberi contoh Bupati Pasaman yang akan dilantik adalah salah satu orang yang harus mengikuti retret mendatang.
Baca Juga: Tekankan Pentingnya Susu, Kepala BGN Cerita Anaknya Tumbuh Tinggi karena Minum Susu 2 Liter Sehari
“Misalnya, besok ini Pak Gubernur Sumbar akan melantik Bupati Pasaman berarti nanti akan mengikuti retret,” imbuhnya.
Artikel Terkait
Empat Kali Meletus Sehari, Gunung Semeru Masih Labil dan Terus Dipantau Ketat
Bantah Spekulasi Publik, Seskab Teddy Tegaskan Tak Ada Minuman Beralkohol dalam Jamuan Gala Dinner Prabowo-Macron
Tambang Longsor Telan Alat Berat dan Pekerja, Dedi Mulyadi Bakal Resmi Tutup Gunung Kuda Selamanya
Duh! Produk Impor Terus Melejit Kuasai Pasar di Indonesia, Buruh Tekstil Terancam Kena PHK
Polemik Kebijakan Trump, Putri Presiden China Pernah Kuliah Di Harvard Pakai Nama Samaran
Proyek Chromebook Rp9,9 Triliun di Era Nadiem Disorot, Kejagung Usut Adanya Dugaan Korupsi dan Proyek Fiktif