Langkah India membekukan perjanjian tersebut dinilai oleh banyak pengamat sebagai sinyal keras bahwa New Delhi siap mengambil tindakan lebih ekstrem dalam merespons serangan teror tersebut.
Baca Juga: Nilai MBG Lebih Penting Ketimbang Lapangan Kerja, Menteri RI Ini Tuai Kritik Pedas Pengamat Ekonomi
Kondisi ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran luas di komunitas internasional. Banyak negara menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri dan kembali ke meja perundingan untuk menghindari eskalasi yang bisa berujung pada konflik bersenjata skala penuh, bahkan berisiko memicu perang nuklir. Hingga saat ini, belum ada respons resmi dari pemerintah India terkait ancaman yang dilontarkan oleh Hanif Abbasi.
Baca Juga: Dampak Tarif AS, Perusahaan di China Mulai Hentikan Produksi dan Rumahkan Karyawan
Di tengah situasi yang semakin panas, dunia kini menatap dengan penuh kecemasan. Konflik berkepanjangan antara India dan Pakistan selalu membawa dampak yang jauh melampaui perbatasan mereka, mengingat keduanya adalah kekuatan besar di kawasan Asia Selatan.
Para analis menilai, langkah-langkah diplomasi darurat harus segera diambil untuk mencegah dunia menyaksikan krisis besar yang bisa merusak stabilitas global.
Artikel Terkait
Segera Hadir di Kota Serang, CoreLab Promedia Ajak Mahasiswa Mengenal Seputar Dunia Content Creator
Mobil Mewah Milik Ridwan Kamil Disita KPK, Terkait Kasus Korupsi Bank BJB
BPK Temukan Kerugian Negara Rp1 Triliun dalam Kasus Dugaan Korupsi Investasi PT Taspen
Penemuan Mayat di Penginapan Cibuntu, Polres Bekasi Selidiki Kasus Pembunuhan
Balita Ditemukan Tewas Terbakar di Kamar Kontrakan Kosambi, Polisi Kejar Pelaku
Gubernur Dedi Mulyadi Usulkan Wajib Militer bagi Pelajar Bermasalah, Ini Tujuannya
Dampak Tarif AS, Perusahaan di China Mulai Hentikan Produksi dan Rumahkan Karyawan
Bakal Tambah Investasi ke Indonesia, Prabowo Terima Kunjungan Para Pengusaha Grup Besar Korea Selatan
Program Pemutihan Ijazah, Pemprov DKI Bantu Lulusan Tuntaskan Pendidikan
Kelola Aset Rp14.000 Triliun, Danantara Resmi Pegang Kendali 844 BUMN