Fatal! Pejabat Trump Michael Waltz Akui Bocorkan Rencana Serangan ke Yaman di Grup Chat

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Jumat, 28 Maret 2025 | 11:36 WIB
Pejabat Trump Bocorkan Rencana Serangan ke Yaman Lewat Group Chat  (Image by Fabien Huck from Pixabay)
Pejabat Trump Bocorkan Rencana Serangan ke Yaman Lewat Group Chat (Image by Fabien Huck from Pixabay)

INSIBERNEWS - Dunia politik Amerika kembali dihebohkan dengan blunder yang luar biasa. Pejabat pemerintahan Donald Trump tanpa sengaja membocorkan rencana serangan militer ke Yaman dalam sebuah grup chat yang ternyata juga berisi seorang jurnalis!

Kejadian ini langsung menuai kecaman dan dianggap sebagai pelanggaran keamanan nasional yang serius.

Bagaimana Blunder Ini Terjadi?

Insiden ini pertama kali terungkap ketika Pemimpin Redaksi The Atlantic, Jeffrey Goldberg, mengaku tiba-tiba dimasukkan ke dalam sebuah grup chat terenkripsi di aplikasi Signal pada 13 Maret 2025.

Grup chat tersebut dinamai 'Houthi PC small group', yang ternyata berisi para pejabat tinggi keamanan nasional AS yang tengah membahas strategi menghadapi kelompok Houthi di Yaman.

Dalam grup tersebut, Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz memerintahkan wakilnya, Alex Wong, untuk membentuk tiger team, tim khusus yang bertugas mengoordinasikan serangan terhadap Houthi.

Sayangnya, tanpa disadari, Goldberg bisa melihat seluruh percakapan dan rencana tersebut!

 Baca Juga: TikTok Terancam Dilarang di AS Mulai 4 April Kalau Tidak Ada yang Beli!

Dampak dan Kecaman dari Berbagai Pihak

Kecerobohan ini langsung memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama dari kubu Demokrat. Mereka mengecam kebocoran ini sebagai pelanggaran serius terhadap keamanan nasional dan menuntut investigasi lebih lanjut oleh Kongres.

Brian Hughes, Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional (NSC), mengonfirmasi bahwa grup chat tersebut memang otentik.

Namun, ia berusaha meredam kekhawatiran dengan menyebut bahwa "keberhasilan operasi terhadap Houthi menunjukkan tidak ada ancaman terhadap keamanan nasional."

Namun, para kritikus tidak puas dengan jawaban tersebut. Banyak yang menilai bahwa kejadian ini bisa saja membahayakan misi militer dan menempatkan personel AS dalam risiko tinggi.

 Baca Juga: Zelenskyy Tekankan Pentingnya Dukungan AS dan Eropa Sang Negara Baltik Jadi Harapan Utama untuk Perdamaian Ukraina

Mike Waltz Mengaku Bertanggung Jawab, Tapi...

Penasihat Keamanan Nasional Mike Waltz akhirnya angkat bicara dan mengaku bertanggung jawab penuh atas insiden ini. Dalam wawancara dengan Fox News, ia menyebut kejadian ini sebagai "memalukan" dan berjanji akan menyelidikinya lebih lanjut.

Namun, yang menarik adalah Waltz malah mencoba mengalihkan kesalahan dengan menyindir Jeffrey Goldberg. Ia menyebut Goldberg sebagai "pecundang" dan mengklaim bahwa dirinya tidak pernah mengenal atau bertukar pesan dengan sang jurnalis.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X