Dengan waktu yang semakin sempit, pertanyaan besarnya adalah: akankah ByteDance segera menemukan pembeli sebelum TikTok benar-benar dilarang di AS? Ataukah TikTok akan menghadapi nasib yang sama seperti aplikasi lain yang tersingkir karena kebijakan pemerintah? Semua mata kini tertuju pada langkah selanjutnya dari ByteDance dan pemerintah AS dalam saga panjang TikTok ini.
Artikel Terkait
Pemprov Jakarta Umumkan Kebijakan Baru, Bebaskan PBB Rumah di Bawah Rp2 Miliar
KPK Akan Periksa Ridwan Kamil Usai Lebaran Terkait Dugaan Korupsi Iklan di BJB
World Bank Komentari Penerimaan Pajak Indonesia Masih Tertinggal: Rasio Pajak ke PDB Jauh di Bawah Negara Tetangga?
Tragis! Wartawati Yang Dibunuh Oknum TNI AL Diduga Adalah Pacarnya Sendiri
Korea Utara Kembangkan Drone Bunuh Diri Berbasis AI: Strategi Baru Kim Jong-un dalam Modernisasi Militer
WNI Ditangkap di Bandara Changi Singapura atas Dugaan Pencurian di Pesawat dan Penyalahgunaan Kartu Debit
Israel Laporkan Komunikasi dengan Indonesia untuk Relokasi Warga Gaza, Pemerintah RI Belum Beri Pernyataan Resmi
Singapura Beri Tunjangan Rp74 Juta Untuk Korban PHK! Cek Syarat Dan Cara Daftar Program Skillsfuture Jobseeker Support
Akui Pernah Bertemu dan Hamil Duluan, Berikut Klarifikasi Ridwan Kamil Terkait Viral Dugaan Perselingkuhannya dengan Lisa Mariana
Tuntut Hukuman Mati, Keluarga Minta Penyelidikan Kasus Pembunuhan Juwita oleh Oknum TNI AL Diproses Secara Transparan