Korea Utara Kembangkan Drone Bunuh Diri Berbasis AI: Strategi Baru Kim Jong-un dalam Modernisasi Militer

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Kamis, 27 Maret 2025 | 15:35 WIB
Kim Jong-un Kembangkan Drone AI untuk Perang Modern (KCNA - REUTERS)
Kim Jong-un Kembangkan Drone AI untuk Perang Modern (KCNA - REUTERS)

INSIBERNEWS - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, kembali menarik perhatian dunia dengan pengawasan langsung terhadap uji coba drone bunuh diri dan pengintaian canggih berbasis kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA) pada Kamis (27/3), Pyongyang menempatkan teknologi nirawak sebagai prioritas utama dalam modernisasi militer.

Kim menyatakan "sangat puas" dengan kinerja drone pengintai yang dirancang untuk melacak target musuh di darat dan laut.

Ia juga menyaksikan uji coba drone bunuh diri yang meledak setelah menghantam target, menandakan era baru dalam strategi militer Korea Utara.

 Baca Juga: Kapal Selam Nuklir Korea Utara Muncul ke Permukaan, Ancaman Baru bagi AS dan Sekutunya?

Drone AI dan Perang Masa Depan

Pengamat militer menilai pengembangan drone AI oleh Korea Utara sejalan dengan tren peperangan modern. Teknologi ini memungkinkan operasi militer lebih efektif, presisi tinggi, dan minim risiko bagi personel.

Dari foto yang dirilis KCNA, drone pengintai Korut memiliki kemiripan dengan RQ-4 Global Hawk milik Amerika Serikat. Ini menandakan ambisi Pyongyang untuk memiliki sistem pengintaian canggih seperti militer negara-negara besar.

Selain itu, Korea Utara juga mengembangkan sistem pengacauan elektronik yang bertujuan mengganggu navigasi GPS, teknologi yang telah digunakan terhadap Korea Selatan dalam beberapa kesempatan.

 Baca Juga: Kisah Tentara Korea Utara di Perang Ukraina: Kenapa Banyak yang Lebih Memilih Bunuh Diri daripada Tertangkap Hidup-hidup

Dugaan Dukungan Teknologi Rusia

Laporan ini muncul di tengah spekulasi bahwa Pyongyang menerima bantuan teknologi dari Rusia sebagai imbalan atas dukungan militer Korea Utara dalam perang Ukraina.

Meski baik Moskow maupun Pyongyang membantah adanya kerja sama militer, pejabat Seoul mencurigai bahwa pengembangan drone baru ini melibatkan teknologi dan suku cadang dari Rusia.

Tantangan dan Ancaman bagi Korea Selatan

Militer Korea Selatan mengakui bahwa mereka masih menganalisis efektivitas drone terbaru Korea Utara. Namun, juru bicara Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Lee Sung-jun, menilai pesawat tersebut besar dan berat, sehingga rentan terhadap intersepsi.

 Baca Juga: FBI Sebut Korea Utara Dalang Peretasan Kripto Terbesar, Bybit Rugi Rp25 Triliun

Meski begitu, Pyongyang tampaknya terus mempercepat produksi drone kamikaze yang siap digunakan dalam peperangan modern. Jika dikombinasikan dengan pengalaman tempur pasukan Korut di Ukraina, teknologi ini bisa menjadi senjata mematikan dalam skenario perang masa depan.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X