INSIBERNEWS - Rencana Apple untuk merilis ponsel lipat pertamanya tampaknya kembali harus ditunda. Produk yang digadang-gadang akan diberi nama iPhone Fold itu dikabarkan tidak akan meluncur dalam waktu dekat dan baru siap dirilis paling cepat pada tahun 2027 mendatang.
Penundaan ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan laporan dari Mizuho Sekuritas Jepang yang dikutip oleh The Elec dan Gizmochina, Apple disebut masih menghadapi tantangan teknis serius, terutama pada bagian struktur engsel dan teknologi layar lipat yang belum memenuhi standar ketat perusahaan asal Cupertino tersebut.
Baca Juga: Fabio Quartararo Rebut Pole Position di MotoGP Australia, Alex Marquez Alami Kecelakaan Dramatis
Komponen engsel dan layar menjadi dua elemen paling rumit dalam pengembangan perangkat lipat. Apple dilaporkan tidak ingin terburu-buru merilis produk yang belum benar-benar sempurna, mengingat reputasi mereka sebagai pembuat perangkat premium dengan standar kualitas tinggi.
Menurut laporan tersebut, Apple sebelumnya menargetkan produksi massal iPhone Fold dimulai pada kuartal ketiga tahun 2026, bersamaan dengan rencana peluncuran lini iPhone 18. Namun, dengan adanya masalah teknis ini, jadwal itu kemungkinan besar akan meleset.
Baca Juga: Erin Taulany Akhirnya Buka Suara Soal Isu Perceraian: 'Saya Difitnah, Tapi Allah Tahu Kebenarannya!'
Jika semua berjalan sesuai dengan skenario optimistis, debut iPhone Fold bisa saja dilakukan pada musim semi 2027.
Bahkan, ada kemungkinan perangkat ini akan diperkenalkan bersamaan dengan iPhone 18e, varian eksperimental yang dikabarkan akan membawa desain lebih tipis dan efisien.
Namun di sisi lain, penundaan ini membuat Apple harus menyesuaikan kembali rencana produksinya. Mizuho memproyeksikan adanya penurunan target produksi panel layar untuk iPhone Fold, dari semula 13 juta unit menjadi hanya sekitar 9 juta unit.
Baca Juga: Heboh! Erika Carlina Hapus Foto Lamaran, Netizen Panik Isu Putus dengan DJ Bravy
Dalam skenario paling realistis, Apple kemungkinan hanya mampu mengirimkan 5 hingga 7 juta unit iPhone Fold pada pengapalan awalnya. Angka ini tergolong kecil dibandingkan lini iPhone konvensional, tapi tetap dianggap cukup untuk menguji respons pasar.
Meski begitu, langkah hati-hati Apple ini dianggap wajar oleh sejumlah analis industri. Perusahaan tampaknya belajar dari kegagalan beberapa kompetitor yang merilis ponsel lipat dengan berbagai masalah, mulai dari layar mudah retak hingga engsel yang cepat rusak.
Baca Juga: TRAGIS! Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria di Tangerang Tega Habisi Nyawa Ayah Gegara Uang Rokok
Apple sendiri hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar ini. Namun, para penggemar produk Apple tampaknya harus bersabar lebih lama untuk melihat bagaimana perusahaan tersebut menerjemahkan konsep ponsel lipat premium versi mereka ke dunia nyata.