INSIBERNEWS - Demam Sora ternyata tak hanya melanda para kreator konten, tapi juga para pengembang nakal yang mencoba menunggangi popularitas aplikasi video AI buatan OpenAI itu.
Sejak Sora resmi diluncurkan pada akhir September 2025, App Store milik Apple mendadak dipenuhi aplikasi tiruan yang menggunakan nama serupa untuk menarik perhatian pengguna.
Laporan dari TechCrunch pada Kamis (9/10) mengungkap, belasan aplikasi di App Store kini memakai nama “Sora” atau “Sora 2”.
Padahal, nama tersebut merupakan merek dagang milik OpenAI yang sudah lebih dulu dikenal publik sejak pengumuman versi uji cobanya pada awal tahun.
Yang mengherankan, aplikasi-aplikasi tiruan itu berhasil lolos dari proses peninjauan ketat milik Apple. Padahal, sistem review App Store dikenal sangat selektif terhadap aplikasi yang mencantumkan merek dagang besar tanpa izin resmi.
Baca Juga: Ammar Zoni Terjerat Kasus Edarkan Sabu dari Balik Rutan Buat Peluang Bebas Pupus
Data dari platform analisis aplikasi, Appfigures, menunjukkan bahwa setelah peluncuran resmi Sora, muncul lebih dari selusin aplikasi dengan label “Sora” di toko aplikasi Apple.
Dari jumlah itu, lebih dari separuh bahkan memakai nama “Sora 2”, seolah-olah menjadi versi lanjutan atau pembaruan dari aplikasi asli OpenAI.
Sebagian dari aplikasi palsu ini ternyata bukan benar-benar baru. Ada di antaranya yang merupakan aplikasi lama dengan fungsi berbeda, namun namanya diganti agar ikut menumpang tren pencarian “Sora”.
Strategi semacam ini sering digunakan untuk menarik pengguna yang tidak tahu mana aplikasi asli dan mana tiruan.
Baca Juga: Ramainya Pekerja Informal di Indonesia, Menkeu Purbaya: Lulusan S1 Jangan Khawatir
Beberapa pengguna juga dilaporkan sudah tertipu, mengunduh aplikasi palsu dengan harapan bisa mencoba teknologi Sora yang mampu mengubah teks menjadi video realistis.
Namun, banyak dari aplikasi itu berisi iklan berlebihan, pembelian dalam aplikasi yang tidak relevan, hingga permintaan akses data yang mencurigakan.