INSIBERNEWS – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan budaya bermain daring, Roblox muncul sebagai salah satu game yang paling digemari masyarakat Indonesia.
Fenomena ini tidak hanya menjangkiti anak-anak usia sekolah dasar, tapi juga remaja hingga orang dewasa yang melihat Roblox bukan sekadar permainan, melainkan sebuah ruang kreatif, edukatif, bahkan ekonomis.
Roblox sendiri pertama kali dirilis pada 1 September 2006 oleh dua pengembang asal Amerika Serikat, David Baszucki dan Erik Cassel.
Baca Juga: Jadi Korban Pelecehan Saat Isi Acara di Bekasi, Nadin Amizah: Tubuhku Kesentuh Tanpa Izin, Aku Merasa Kotor
Berawal dari mimpi menciptakan platform yang memungkinkan penggunanya membuat dan memainkan game sendiri, Roblox perlahan berkembang menjadi raksasa digital.
Kini, platform ini telah memiliki lebih dari 77 juta pengguna aktif harian secara global berdasarkan laporan resmi kuartal I 2025 yang dirilis oleh Roblox Corporation.
Di Indonesia, kepopuleran Roblox melonjak tajam terutama sejak pandemi COVID-19 yang memaksa anak-anak lebih sering di rumah. Roblox menjadi tempat mereka berinteraksi, belajar, dan berkreasi.
Baca Juga: Taemin SHINee Dikecam Usai Beri Komentar Kontroversial Tentang Ramalan Gempa Jepang
Daya tarik utama Roblox terletak pada kemampuannya memberi kebebasan penuh bagi pengguna untuk menciptakan berbagai jenis permainan melalui perangkat yang disediakan khususnya Roblox Studio, sebuah platform pengembangan gim yang bisa digunakan bahkan oleh anak usia 10 tahun.
Yang menarik, tren Roblox di Indonesia tak hanya berhenti di layar permainan.
Anak-anak menciptakan game bertema lokal seperti “Obby Ngabuburit”, “Roleplay Warteg”, hingga “Balap Ojol Simulator”, yang menggabungkan budaya Indonesia dengan mekanisme gim global.
Baca Juga: Absen di Pemakaman Diogo Jota, Cristiano Ronaldo Dituding Tak Berempati
Mereka tidak hanya bermain, tapi juga membangun komunitas, merancang dunia digital mereka sendiri, bahkan mulai menghasilkan uang.
Lewat sistem mata uang virtual Robux, pengguna dapat memperoleh penghasilan dari game yang mereka ciptakan, kemudian menukarnya ke dalam bentuk uang sungguhan.
Fakta ini menjadikan Roblox sebagai lahan baru untuk digitalpreneur muda Indonesia.
Baca Juga: Usai Aniaya Kurir, Pelanggan ShopeeFood di Sleman Resmi Jadi Tersangka
Sejumlah kreator lokal bahkan mengklaim telah memperoleh jutaan rupiah per bulan dari Roblox.
Perkembangan ini juga didukung oleh tren konten digital. Di platform seperti YouTube dan TikTok, Roblox menjadi salah satu topik paling populer.
Influencer game Indonesia seperti FrostDiamond, MiawAug, dan Bang Roblox rutin mengunggah konten seputar Roblox, yang mampu meraup jutaan penonton per video.
Baca Juga: Tragis! KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Tim SAR Sisir Bangkai Kapal
Di balik semua itu, Roblox juga mulai diadopsi sebagai alat edukasi.
Program resmi Roblox Education telah digunakan oleh berbagai lembaga pendidikan di dunia untuk mengajarkan logika pemrograman, desain, dan kewirausahaan digital.
Di Indonesia, kursus seperti Koding Next hingga startup edukasi seperti Skilvul dan Dicoding telah mulai memperkenalkan Roblox Studio sebagai bagian dari materi pembelajaran.
Baca Juga: Meneliti Jejak Hidup Bangsa Persia Kuno di Era Modern Negara Iran
Bahkan, beberapa sekolah telah menggunakan Roblox sebagai media proyek tugas untuk mata pelajaran IPS, Matematika, hingga Bahasa Inggris.
Namun, di balik peluang besar ini, tentu ada tantangan yang harus diawasi.
Roblox, sebagai platform terbuka, memiliki potensi menyuguhkan konten yang tidak selalu sesuai untuk anak-anak, seperti game dengan unsur kekerasan, pergaulan bebas virtual, atau potensi kecanduan digital.
Baca Juga: Rumah Tangga Chikita Meidy di Ujung Tanduk, Diduga Lempar Botol ke Suami
Oleh karena itu, peran orang tua dan guru menjadi sangat penting dalam mendampingi dan mengarahkan penggunaan Roblox agar tetap sehat dan produktif.
Untungnya, Roblox menyediakan fitur parental control, sistem pelaporan, serta moderasi otomatis yang terus diperbarui untuk meningkatkan keamanan penggunanya.
Melihat pesatnya pertumbuhan ini, Roblox bukan hanya sekadar tren sesaat. Ia telah menjadi bagian dari ekosistem digital baru di Indonesia, yang menggabungkan hiburan, pendidikan, dan peluang ekonomi.
Baca Juga: Romantisasi Hubungan Guru dan Murid SD, Adaptasi Drama 'My Beloved Elementary School Student' Picu Amarah Publik
Di tengah dunia yang semakin digital, Roblox bisa menjadi jembatan awal bagi anak-anak Indonesia mengenal dunia teknologi, belajar berpikir kreatif, dan bahkan merintis karier sebagai pengembang sejak dini.
Sebagai ruang terbuka yang memungkinkan siapa pun untuk mencipta dan berkreasi, Roblox memberi kita gambaran tentang masa depan dunia digital yang tidak hanya dinikmati, tetapi juga dibangun bersama oleh para penggunanya sendiri.
Di Indonesia, masa depan itu sudah dimulai di tangan anak-anak yang tak hanya bermain, tapi juga bermimpi, mencipta, dan berkarya di dunia virtual.
Baca Juga: Dua Generasi, Dua Gaya: JY Park dan Karina aespa Rebut Sorotan di Waterbomb Festival Seoul 2025