INSIBERNEWS - Perceraian orang tua sering kali meninggalkan dampak psikologis pada anak, tetapi siapa sangka bahwa dampaknya juga bisa merembet ke kesehatan fisik.
Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh di tengah perceraian orang tua memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke di masa dewasa. Faktor psikologis, sosial, hingga gaya hidup menjadi alasan utama di balik meningkatnya risiko tersebut.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan BRI Liga 1 2024-2025 Besok 26 Januari 2025: Ada 3 Pertandingan Seru
Anak-anak yang menyaksikan perceraian sering menghadapi tekanan emosional yang besar. Mereka mungkin mengalami rasa cemas, depresi, atau bahkan trauma berkepanjangan. Kondisi ini dapat memicu respons stres kronis di tubuh mereka.
Ketika stres berlangsung lama, tubuh terus-menerus mengeluarkan hormon stres seperti kortisol, yang dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk stroke.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Hukum Perkuat Kerja Sama, Beri Jaminan Sosial Non ASN
Selain itu, perceraian sering kali mengubah pola pengasuhan dan stabilitas hidup anak. Anak-anak mungkin kehilangan akses ke dukungan emosional yang konsisten atau pola makan sehat, terutama jika kondisi ekonomi keluarga memburuk setelah perceraian.
Kurangnya perhatian pada pola hidup sehat, seperti olahraga atau nutrisi yang cukup, dapat meningkatkan faktor risiko stroke, seperti tekanan darah tinggi dan obesitas, di kemudian hari.
Baca Juga: Fakta atau Mitos: Lupa Baca Doa, Setan Ikut Makan Makanan Kita?
Risiko ini juga bisa diperburuk oleh perilaku tidak sehat yang sering muncul akibat tekanan psikologis. Beberapa individu yang tumbuh di lingkungan keluarga bercerai lebih rentan mengembangkan kebiasaan merokok, mengonsumsi alkohol, atau pola makan tidak sehat sebagai bentuk pelarian dari stres. Semua kebiasaan ini merupakan faktor utama yang memperburuk risiko penyakit kronis, termasuk stroke.
Baca Juga: 6 Desain Rumah Minimalis Terbuka, Solusi Hunian Modern dengan Konsep Fleksibel yang Memikat
Namun, bukan berarti semua anak dari keluarga bercerai pasti akan menghadapi risiko yang sama. Dukungan emosional yang memadai, terapi, dan pola hidup sehat dapat membantu mengurangi dampak negatif.
Orang tua juga disarankan untuk menjaga komunikasi yang baik dengan anak selama dan setelah proses perceraian, guna meminimalkan stres yang dirasakan anak.
Baca Juga: Waspada! Makanan Ini Sebaiknya Tak Dipanaskan Ulang
Artikel Terkait
7 Inspirasi Desain Pagar Rumah Minimalis yang Cocok untuk Hunian Kecil
6 Desain Pagar Rumah Minimalis dengan Aksen Warna Hitam, Elegan dan Berkelas!
8 Desain Pagar Rumah Minimalis dengan Pintu Geser, Solusi Praktis dan Modern untuk Hunian Anda
Tampil Beda! 7 Desain Pagar Geometris untuk Rumah Minimalis Modern
6 Desain Rumah Minimalis Terbuka, Solusi Hunian Modern dengan Konsep Fleksibel yang Memikat
Tambah Koleksi Kue Lebaran 2025 dengan Resep Cookies Oat Keju Almond yang Krispi Ini
Resep Cookies Oat Almond, Cita Rasa Ringan Maniskan Suasana Lebaran 2025
Unik! Resep Cookies Kentang yang Harum untuk Sajian Manis dalam Toples Lebaran 2025
Nastar Nggak Dulu! Resep Cookies Kentang Butter, Sajian Lebaran 2025 yang Manis Harumnya Lebih Lembut
Resep Cookies Kentang Madu untuk Isi Toples Lebaran 2025 Lebih Kaya Rasa