INSIBERNEWS - Millennial dan Gen Z sering melakukan doom spending, atau kebiasaan belanja impulsif yang tidak terencana, dapat menghancurkan keuangan pribadi jika dibiarkan.
Banyak millennial dan Gen Z yang terjebak dalam pengeluaran yang tidak perlu karena dorongan emosional atau kecemasan mengenai masa depan.
Namun, dengan pendekatan yang bijak, kita bisa menghindari doom spending dan menjaga stabilitas finansial.
Baca Juga: Presiden Filipina Tegaskan Ancaman Sara Duterte Tindakan Kriminal, Soroti Pentingnya Supremasi Hukum
Berikut adalah beberapa cara jitu untuk menghindari kebiasaan belanja impulsif.
- Menetapkan Anggaran yang Ketat
Langkah pertama untuk menghindari doom spending adalah dengan membuat anggaran bulanan yang realistis dan ketat.
Tentukan berapa banyak uang yang akan dialokasikan untuk kebutuhan dasar, seperti makanan, transportasi, dan tagihan rutin.
Baca Juga: Presiden Filipina Tegaskan Ancaman Sara Duterte Tindakan Kriminal, Soroti Pentingnya Supremasi Hukum
Sisihkan juga sebagian untuk tabungan dan investasi. Dengan adanya anggaran, kita bisa lebih mudah mengidentifikasi pengeluaran yang tidak perlu dan menghindari belanja berlebihan.
- Fokus pada Kebutuhan, Bukan Keinginan
Sering kali, doom spending terjadi karena dorongan untuk memenuhi keinginan jangka pendek.
Untuk menghindarinya, penting untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Baca Juga: Diduga Tembak Siswa Paskibra, Oknum Polisi Terlibat dalam Tragedi di Semarang
Tanyakan pada diri sendiri, apakah barang atau pengalaman yang ingin dibeli benar-benar penting atau hanya karena tekanan sosial atau iklan.
Artikel Terkait
Paslon Jimat-Aku Libatkan Gen Z dalam Proses Pilkada Subang, Tren Baru Dalam Dinamika Politik Lokal
Gen Z Sulit Dapat Kerja? Begini Solusi Dari Para Cawagub DKI Jakarta
Siapa Paling Peduli Kesehatan Mental Gen-Z? Ini Jawaban Para Cawagub Jabar yang Bikin Penasaran!
Alasan Millennial dan Gen Z Susah Kaya Ternyata Karena Doom Spending, Apa Itu?
Milenial dan Gen Z Perlu Tahu! Inilah Pengaruh Sosial Media Terhadap Doom Spending yang Merugikan