Miris! Gegara Sering Konsumsi Junk Food, Mata Bocah 12 Tahun Ini Alami Kebutaan

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Kamis, 14 November 2024 | 12:34 WIB
Ilustrasi junk food  (Istimewa)
Ilustrasi junk food (Istimewa)

INSIBERNEWS - Makanan cepat saji atau biasa dikenal sebagai junk food kerap menjadi makanan favorit anak-anak.

Mereka biasanya lebih memilih untuk memakan burger atau pizza ketimbang makanan sehat yang terdiri dari banyak sayuran.

Seperti yang diketahui, konsumsi junk food berlebihan dapat memberikan dampak negatif bagi tubuh, akibat dari proses memasak dan kandungan nutrisi yang kurang baik.

Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun dari Massachusetts, Amerika Serikat, secara tragis kehilangan penglihatan akibat pola makannya.

Baca Juga: BRI Melangkah ke Arah Ekonomi Hijau, Portofolio Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp764,8 triliun

Kasus ini terjadi pada seorang anak laki-laki yang menderita autisme dan menderita fobia ekstrem terhadap tekstur makanan tertentu yang akhirnya menjadi buta karena pola makan junk foodnya.

Dikutip dari Oddity Central, sang anak laki-laki ini dilaporkan sering mengonsumsi makanan cepat saji (junk food) yang rendah nutrisi sehingga menyebabkan saraf optiknya mengecil dan tidak ada harapan untuk disembuhkan.

Akibat fobia sang anak, orang tuanya merasa mustahil untuk memasukkan nutrisi penting ke dalam pola makannya.

Awalnya anak laki-laki ini mulai mengalami masalah penglihatan pada pagi dan sore hari, tetapi penglihatannya cukup normal di siang hari.

Baca Juga: Kunjungi Tiongkok dan AS, Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Dapat Dukungan dari Dua Negara Adidaya

Kemudian, penglihatannya mulai menurun dengan cepat, dan pada suatu malam ia terbangun sambil berteriak bahwa ia tidak dapat melihat.

Orang tua anak laki-laki itu bergegas membawanya ke rumah sakit, dan hasil tes menunjukkan bahwa ia kekurangan nutrisi yang penting untuk kesehatan saraf optiknya.

Sarafnya mulai mengecil selama beberapa waktu dan telah menghilang sepenuhnya saat ia tiba di rumah sakit.

Meskipun telah diberi suplemen, dokter khawatir kondisinya sudah sangat parah sehingga tidak ada yang bisa dilakukan untuk memulihkan penglihatannya.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X