Sebabkan Anemia! Hindari Konsumsi Teh Bagi Balita, Begini Menurut Dokter Spesialis Anak

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Jumat, 11 Oktober 2024 | 04:10 WIB
Ilustrasi minuman teh  (Istimewa )
Ilustrasi minuman teh (Istimewa )

"Hb pasien 8,7 seharusnya di atas 11,0 dan profil darah lainnya mengarah ke anemia defisiensi besi," terangnya.

Baca Juga: Kelolaan Aset Wealth Management BRI Berhasil Tumbuh 23,05 Persen dengan Capaian 161 Ribu Nasabah Prioritas

2. Kekurangan Zat Besi
Jati Kusuma menjelaskan, defisiensi besi termasuk kekurangan mikronutrien yang sulit terdeteksi.

"Anemia defisiensi besi ini termasuk kekurangan mikronutrien yang sulit terdeteksi, jadi kekurangan mikronutrien besi (malnutrisi) ini tidak bergejala," terangnya.

Jati Kusuma mengklaim orang tua sang pasien tidak pernah mengecek kadar Hb tersebut karena anak yang tampak aktif dan ceria.

Baca Juga: Dalam Upaya Sosialisasi TPPO Antisipasi Karhutla, Bhabinkamtibmas Kutapohaci Lakukan Himbauan Kepada Warga

Namun, hasil laboratorium anemia ini akhirnya diketahui saat sang anak dirawat karena jatuh sakit.

"Sebelumnya orang tuanya tidak pernah mengecek kadar lab darah karena anak tampak aktif dan ceria, tidak pernah sekalipun pucat," tutur dokter spesialis anak tersebut.

"Hasil lab anemia ini ketahuan saat anak dirawat karena sakit dengan penyebab yang lain yaitu bronkopneumonia," tambahnya.

Baca Juga: Qatar vs Kirgizstan di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: Yuk Simak Perbandingan Rangking FIFA-nya

3. Anak Sering Konsumsi Teh
Jati Kusuma mengungkap, kasus gejala pasien anak yang mengalami anemia defisiensi besi ini, kadar Hbnya akan turun drastis di bawah angka 8.

"Biasanya kalau sudah bergejala, kadar Hb sudah anjlok di bawah 8," ujar dokter spesialis anak tersebut.

Berdasarkan hal itu, Jati Kusuma mengaku telah menelusuri penyebab anjloknya Hb pasien tersebut, yaitu pihak orang tua sering memberikan konsumsi teh kepada anaknya.

Baca Juga: Boleh Nggak Sih Motor Sport Dipakai di Jalanan Rusak? Ini Jawabannya!

"Setelah ditelusuri ternyata pasien ini sering diberikan teh oleh orang tuanya. Karena menurut ayahnya, anak lebih senang jika diberikan teh. Padahal teh ini bisa menghambat penyerapan zat besi," ungkap sang dokter.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X