Transaksi ini berisi informasi tentang siapa yang mengirim, siapa yang menerima, dan berapa jumlah yang dikirim.
2. Transaksi Diverifikasi
Setelah transaksi dibuat, transaksi tersebut harus diverifikasi. Dalam jaringan blockchain, verifikasi dilakukan oleh node atau komputer yang berpartisipasi di dalam jaringan.
Proses verifikasi ini melibatkan pemeriksaan apakah orang yang melakukan transaksi memiliki aset yang cukup dan apakah transaksinya sah.
Baca Juga: Apa Perbedaan Antara Bitcoin dan Altcoin?: Edisi Investasi Crypto
3. Transaksi Ditambahkan ke Blok
Setelah transaksi diverifikasi, transaksi tersebut digabungkan dengan transaksi lain yang terjadi pada waktu yang sama, lalu dibentuk menjadi sebuah "blok".
Blok ini adalah bagian dari data yang siap ditambahkan ke dalam blockchain.
4. Blok Ditambahkan ke Blockchain
Setelah blok terbentuk, ia dihubungkan dengan blok sebelumnya menggunakan kriptografi. Setiap blok memiliki sidik jari digital unik yang disebut "hash".
Blok baru tidak bisa dimodifikasi atau dihapus tanpa mengubah seluruh rantai blok sebelumnya, membuat blockchain sangat aman.
Baca Juga: Investasi Terbaik untuk Pemula: Kesehatan, Pikiran, dan Tubuh
5. Blockchain Diupdate di Seluruh Jaringan
Setelah blok baru ditambahkan, salinan terbaru dari blockchain didistribusikan ke semua node dalam jaringan.
Setiap komputer memiliki salinan penuh dari seluruh blockchain, yang berarti tidak ada satu pihak pun yang memiliki kendali penuh atas data tersebut.
6. Keamanan Dijamin oleh Konsensus
Jaringan blockchain menggunakan mekanisme yang disebut konsensus untuk memastikan semua node di jaringan setuju dengan blok baru yang ditambahkan.
Mekanisme ini mencegah data palsu atau curang masuk ke blockchain. Mekanisme konsensus yang paling umum adalah Proof of Work (PoW) dan Proof of Stake (PoS).
- Proof of Work (PoW): Dalam PoW, komputer-komputer dalam jaringan bersaing untuk memecahkan teka-teki matematika kompleks untuk menambahkan blok baru. Ini adalah proses yang memerlukan banyak daya komputasi, tetapi membuat jaringan aman.
- Proof of Stake (PoS): Dalam PoS, validator dipilih berdasarkan jumlah cryptocurrency yang mereka miliki dan "taruhkan". Ini lebih hemat energi daripada PoW, tetapi juga sangat aman.
Baca Juga: Mengenal Investasi Properti: Keuntungan, Risiko, dan Tips untuk Pemula
Kelebihan Blockchain
Setelah memahami bagaimana blockchain bekerja, mari kita lihat beberapa kelebihan utama teknologi ini:
Artikel Terkait
Tips Investasi untuk Usia 20-30 Tahun: Memulai dengan Agresif untuk Masa Depan Cerah
Strategi Investasi untuk Usia 30-40 Tahun: Diversifikasi untuk Stabilitas dan Pertumbuhan
Investasi Terbaik: Tips untuk Usia 40-50 Tahun - Fokus pada Keseimbangan dan Stabilitas
Investasi Terbaik: Tips untuk Usia 50-60 Tahun - Mempersiapkan Transisi ke Pensiun
Investasi Terbaik: Tips Investasi untuk Usia 60 Tahun ke Atas - Kelola Pensiun dengan Bijak
Memahami Istilah Umum dalam Dunia Investasi: Panduan untuk Investor Pemula
Apa Perbedaan Antara Bitcoin dan Altcoin?: Edisi Investasi Crypto
Membedah Tujuan Investasi dari Bitcoin dan Altcoin dalam Investasi Crypto: Pilihan Cerdas Investasi Crypto
Apakah Investasi Crypto Aman?: Panduan Lengkap untuk Pemula Mengenal Bitcoin
Cara Aman Melindungi Data Diri dalam Investasi Crypto: Melindungi Aset Crypto