Sebagian Besar Ibu Mengalami Baby Blues Setelah Melahirkan Anak Pertama: Apa yang Perlu Diketahui?

Photo Author
- Rabu, 14 Agustus 2024 | 08:41 WIB
Illustrasi Gambar Kartun Wanita Yang Mengalami Baby Blues (Foto : gayasehatku.com)
Illustrasi Gambar Kartun Wanita Yang Mengalami Baby Blues (Foto : gayasehatku.com)

INSIBERNEWS - Dalam berita terbaru mengenai kesehatan mental ibu, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar ibu mengalami kondisi yang dikenal sebagai baby blues setelah melahirkan anak pertama mereka. 

Baby blues, sebuah gangguan suasana hati postpartum, sering terjadi pada ibu baru dan dapat memengaruhi kesejahteraan mereka secara signifikan.

Baca Juga: Demi Mengejar Ilmu, Oki Setiana Dewi Putuskan Pindah ke Mesir

Studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Indonesia menemukan bahwa hingga 70% ibu baru mengalami baby blues dalam minggu-minggu pertama setelah melahirkan. 

Gejala yang sering ditemukan meliputi suasana hati yang tidak stabil, kecemasan, tangisan yang tidak terkendali, dan perasaan kelelahan yang mendalam. Meskipun kondisi ini biasanya bersifat ringan dan sementara, dampaknya terhadap kesehatan mental ibu tidak bisa diabaikan.

Baca Juga: Berani Menguji Keberanian? Tonton 6 Film Horor Ini dan Rasakan Ketegangan Maksimal

Penyebab utama baby blues adalah perubahan hormon yang drastis setelah melahirkan. Selama kehamilan, tubuh mengalami peningkatan hormon seperti estrogen dan progesteron, yang mendukung perkembangan janin. 

Setelah melahirkan, kadar hormon ini menurun secara tiba-tiba, memengaruhi keseimbangan kimia di otak dan suasana hati ibu.

Selain faktor hormonal, kelelahan fisik juga berperan penting. Kurang tidur akibat jadwal perawatan bayi yang intensif dan perubahan rutinitas sehari-hari sering menambah tekanan emosional.

Baca Juga: Capai Ratusan Ribu Ton, Produksi Padi Purwakarta Semester Pertama 2024

Stres dari tanggung jawab baru sebagai ibu, serta kurangnya dukungan sosial, dapat memperburuk kondisi ini.

Para ahli kesehatan merekomendasikan agar ibu baru mendapatkan dukungan yang memadai dari keluarga dan teman. Menyediakan waktu untuk istirahat, berbicara terbuka tentang perasaan, dan mencari dukungan profesional jika gejala tidak membaik adalah langkah-langkah penting untuk mengatasi baby blues.

Baca Juga: Dampak Pencairan Es di Antartika: Apa yang Akan Terjadi Jika Es Terus Mencair?

“Penting bagi ibu baru untuk memahami bahwa baby blues adalah hal yang umum dan biasanya bersifat sementara,” kata Dr. Maria Hartati, seorang psikolog perinatal.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X