INSIBERNEWS - Banyak orang punya kebiasaan unik menikmati mi instan, salah satunya dengan memakannya langsung dalam kondisi mentah. Biasanya, mi hanya dihancurkan lalu diberi bumbu kering sebelum dimakan seperti camilan.
Meski terlihat sepele dan dianggap praktis, kebiasaan ini ternyata bisa menimbulkan bahaya serius bagi kesehatan, bahkan dalam kasus ekstrem bisa berujung kematian.
Baca Juga: Jungkook BTS Ungkap Alami ADHD, Fans Beri Dukungan Penuh
Mi instan pada dasarnya sudah melalui proses penggorengan atau pengeringan saat diproduksi, sehingga teksturnya renyah dan terasa gurih meski dimakan mentah.
Namun, cara produksi ini tidak serta merta membuatnya aman untuk dikonsumsi langsung tanpa dimasak dengan air panas. Ada risiko bakteri, pengawet, serta kandungan minyak yang teroksidasi jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Dokter gizi menyebut, mi instan mentah sulit dicerna oleh tubuh. Tekstur kerasnya membuat sistem pencernaan harus bekerja ekstra. Jika terlalu sering dikonsumsi, dapat memicu iritasi lambung, peradangan usus, hingga risiko penyumbatan. Pada kasus tertentu, sumbatan saluran pencernaan bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani.
Selain itu, kandungan bumbu instan yang tinggi garam, MSG, dan pengawet bisa meningkatkan beban pada ginjal. Jika mi instan mentah dimakan dalam jumlah banyak, risiko kerusakan organ dalam jangka panjang semakin besar. Kadar natrium yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan tekanan darah melonjak drastis.
Baca Juga: Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Akui Kesalahan Usai Diperiksa KPK
Ada pula risiko lain dari kebiasaan ini, yakni keracunan bakteri. Meski sudah melalui proses produksi, mi instan yang disimpan terlalu lama atau tidak dalam kondisi baik bisa menjadi media tumbuhnya bakteri berbahaya. Ketika dimakan mentah, bakteri tersebut tidak hilang dan bisa menyebabkan keracunan makanan.
Dalam beberapa laporan medis, anak-anak maupun remaja yang gemar makan mi instan mentah berisiko lebih tinggi mengalami gangguan pencernaan akut.
Kondisi ini bisa berkembang menjadi dehidrasi, gagal ginjal, bahkan menyebabkan kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan.
Baca Juga: Biaya Pendidikan hingga Perbaikan, Mensos Ungkap Presiden Bakal Beri Bantuan bagi Korban Unjuk Rasa
Para ahli menyarankan, jika ingin menikmati mi instan, sebaiknya tetap dimasak sesuai aturan. Proses perebusan tidak hanya membuat teksturnya lebih lembut dan mudah dicerna, tapi juga membantu mengurangi sebagian kandungan minyak dan zat pengawet yang menempel pada mi kering.
Artikel Terkait
Zetro Leonardo Purba, Diplomat Indonesia di Peru Tewas Ditembak Mati Oleh Orang Tak Dikenal
Dijemput Paksa Polda Metro Jaya Malam-Malam, Direktur Lokataru Ditetapkan Sebagai Tersangka Penghasutan Demo Anarkis
Imbas Aksi Ricuh Demo, Mendagri Tito Karnavian Ungkap Kerugian Fasum DKI Capai Rp50 M!
Kota Bandung jadi Pilot Project Studi Tiru Pemkab Lebak Dalam Pengolahan Sampah Menjadi Produk Bernilai
Tuding Menkomdigi Bohong, Fedi Nuril dan Jerome Polin Tak Percaya TikTok Sukarela Tutup Fitur Live
Biaya Pendidikan hingga Perbaikan, Mensos Ungkap Presiden Bakal Beri Bantuan bagi Korban Unjuk Rasa
Menkeu RI Sri Mulyani Pastikan Tarif Pajak Tidak Naik di 2026
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Akui Kesalahan Usai Diperiksa KPK
Tragis! Karena Dendam, Dua Pelajar SMP di Pesawaran Nekat Habisi Nyawa Pemilik Salon hingga 78 Tusukan
Jungkook BTS Ungkap Alami ADHD, Fans Beri Dukungan Penuh