INSIBERNEWS - Kasus kolera kembali mencuat ke permukaan seiring laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mencatat ratusan ribu kasus terjadi di puluhan negara pada 2025. Penyakit ini kembali menjadi sorotan karena menyebar cepat di wilayah dengan sanitasi buruk dan minim akses air bersih.
Kolera sendiri merupakan infeksi akut yang menyerang usus akibat bakteri Vibrio cholerae. Penyakit ini umumnya menular melalui makanan atau air yang sudah tercemar. Jika tidak ditangani dengan cepat, kolera bisa berakibat fatal hanya dalam hitungan jam.
Baca Juga: Fraksi Gerindra Sampaikan Belasungkawa, Siap Hentikan Tunjangan DPR Usai Demo Berdarah
Gejala awal kolera sering kali muncul dalam bentuk diare mendadak dengan cairan sangat banyak dan berbau khas. Kondisi ini membuat penderita kehilangan cairan tubuh secara drastis. Tak jarang, diare disertai dengan muntah yang juga mempercepat dehidrasi.
Tanda lain yang harus diwaspadai adalah rasa haus berlebihan, kulit yang mulai mengering, tubuh terasa lemas, hingga kram otot. Pada kondisi lebih berat, penderita bisa mengalami penurunan kesadaran akibat tubuh kekurangan cairan dan elektrolit.
Baca Juga: Laptop Lemot? Mungkin Bukan Usia, Tapi Cara Merawatnya yang Salah
Meski terdengar menakutkan, kolera sebenarnya bisa ditangani dengan efektif. Rehidrasi adalah kunci utama, baik dengan cairan oralit maupun infus untuk kasus yang lebih parah. Antibiotik juga dapat diberikan sesuai anjuran tenaga medis guna mempercepat pemulihan.
Pencegahan tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Menjaga kebersihan tangan, memastikan air yang diminum sudah matang, serta mengonsumsi makanan yang higienis adalah langkah sederhana yang sangat efektif. Di beberapa negara, vaksin kolera juga sudah tersedia untuk kelompok yang rentan.
Baca Juga: Rich Brian Tunda Penjualan Tiket Konser Tur Album Baru, Janji Beri Info Terbaru untuk Fans
Perubahan iklim, banjir, dan konflik yang memaksa banyak orang tinggal di pengungsian memperbesar risiko penyebaran kolera. Itu sebabnya, kesadaran masyarakat untuk mengenali gejalanya sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Dengan kewaspadaan bersama, kolera bisa dicegah agar tidak semakin banyak memakan korban. Mengenali tanda-tandanya, menjaga kebersihan, serta segera mencari pertolongan medis ketika ada gejala mencurigakan adalah langkah sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa.
Artikel Terkait
Kericuhan di Rumah Anggota DPR Ahmad Sahroni, Warga Rusak dan Menjarah Kediaman
Mandat UNIFIL Berakhir, PBB Siap Tarik Pasukan Penjaga Perdamaian dari Lebanon
YLBHI Desak Kapolri Mundur, Sebut Polri Gagal Ubah Watak Represif
Wabah Kolera Meluas, WHO Ingatkan Ancaman Kesehatan Global Semakin Serius
Selebriti Internasional Tunjukkan Dukungan untuk Aksi Demo di Jakarta
Gubernur Pramono Anung Ajak Warga Jakarta Tenang dan Jaga Ibu Kota Pasca Demo
Presiden dan Menteri PKP Janjikan Bantuan untuk Keluarga Affan Kurniawan, Beri Rumah Subsidi Gratis
Rich Brian Tunda Penjualan Tiket Konser Tur Album Baru, Janji Beri Info Terbaru untuk Fans
Laptop Lemot? Mungkin Bukan Usia, Tapi Cara Merawatnya yang Salah
Fraksi Gerindra Sampaikan Belasungkawa, Siap Hentikan Tunjangan DPR Usai Demo Berdarah