Krisis Kolera, Waspada dan Kenali Ciri-Ciri Gejalanya, Simak!

Photo Author
- Sabtu, 30 Agustus 2025 | 20:33 WIB
Bakteri Vibrio Cholerae/Istimewa
Bakteri Vibrio Cholerae/Istimewa

INSIBERNEWS - Kasus kolera kembali mencuat ke permukaan seiring laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mencatat ratusan ribu kasus terjadi di puluhan negara pada 2025. Penyakit ini kembali menjadi sorotan karena menyebar cepat di wilayah dengan sanitasi buruk dan minim akses air bersih.

Kolera sendiri merupakan infeksi akut yang menyerang usus akibat bakteri Vibrio cholerae. Penyakit ini umumnya menular melalui makanan atau air yang sudah tercemar. Jika tidak ditangani dengan cepat, kolera bisa berakibat fatal hanya dalam hitungan jam.

Baca Juga: Fraksi Gerindra Sampaikan Belasungkawa, Siap Hentikan Tunjangan DPR Usai Demo Berdarah

Gejala awal kolera sering kali muncul dalam bentuk diare mendadak dengan cairan sangat banyak dan berbau khas. Kondisi ini membuat penderita kehilangan cairan tubuh secara drastis. Tak jarang, diare disertai dengan muntah yang juga mempercepat dehidrasi.

Tanda lain yang harus diwaspadai adalah rasa haus berlebihan, kulit yang mulai mengering, tubuh terasa lemas, hingga kram otot. Pada kondisi lebih berat, penderita bisa mengalami penurunan kesadaran akibat tubuh kekurangan cairan dan elektrolit.

Baca Juga: Laptop Lemot? Mungkin Bukan Usia, Tapi Cara Merawatnya yang Salah

Meski terdengar menakutkan, kolera sebenarnya bisa ditangani dengan efektif. Rehidrasi adalah kunci utama, baik dengan cairan oralit maupun infus untuk kasus yang lebih parah. Antibiotik juga dapat diberikan sesuai anjuran tenaga medis guna mempercepat pemulihan.

Pencegahan tentu jauh lebih baik daripada mengobati. Menjaga kebersihan tangan, memastikan air yang diminum sudah matang, serta mengonsumsi makanan yang higienis adalah langkah sederhana yang sangat efektif. Di beberapa negara, vaksin kolera juga sudah tersedia untuk kelompok yang rentan.

Baca Juga: Rich Brian Tunda Penjualan Tiket Konser Tur Album Baru, Janji Beri Info Terbaru untuk Fans

Perubahan iklim, banjir, dan konflik yang memaksa banyak orang tinggal di pengungsian memperbesar risiko penyebaran kolera. Itu sebabnya, kesadaran masyarakat untuk mengenali gejalanya sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Dengan kewaspadaan bersama, kolera bisa dicegah agar tidak semakin banyak memakan korban. Mengenali tanda-tandanya, menjaga kebersihan, serta segera mencari pertolongan medis ketika ada gejala mencurigakan adalah langkah sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa.

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X