Ini dia! Lomba 17-an yang Nggak Lekang oleh Waktu, Selalu Bikin Meriah Tiap Agustusan, Apa Saja?

Photo Author
- Senin, 11 Agustus 2025 | 14:51 WIB
Ilustrasi salah satu Lomba 17an yang bikin nostalgia (Foto : Dok/Wikimedia Commons)
Ilustrasi salah satu Lomba 17an yang bikin nostalgia (Foto : Dok/Wikimedia Commons)

INSIBERNEWS - Setiap bulan Agustus, suasana di kampung, kompleks, hingga sekolah mulai berubah. Bendera merah putih berkibar di setiap sudut, jalan-jalan dihias warna-warni, dan suara musik dangdut atau lagu perjuangan mengalun dari pengeras suara. Tapi ada satu hal yang rasanya nggak bisa dipisahkan dari perayaan kemerdekaan Indonesia: lomba 17-an.

Tradisi ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan terus bertahan sampai sekarang. Menariknya, meski zaman berubah dan teknologi makin canggih, beberapa lomba legendaris tetap eksis, bahkan makin kreatif. Lomba-lomba ini bukan cuma ajang adu cepat atau adu kuat, tapi juga momen untuk bikin warga makin akrab.

Baca Juga: Tak Bubar! Secret Number Siap Comeback dengan Member Baru, Fans Dibuat Penasaran

Sebut saja lomba makan kerupuk. Siapa yang nggak kenal? Meski terdengar sederhana—hanya memakan kerupuk yang digantung—lomba ini selalu sukses bikin penonton tertawa. Apalagi kalau peserta mulai goyang-goyang karena tali kerupuk yang berayun ditiup angin.

Kemudian ada balap karung, lomba yang bikin peserta melompat-lompat seperti kelinci, tapi sering berakhir dengan jatuh terguling. Meski begitu, justru di situlah serunya. Tawa pecah, penonton bersorak, dan momen jatuh pun jadi cerita lucu yang diingat bertahun-tahun.

Baca Juga: Buang Limbah Cair, 4 Hotel di Puncak Disegel Kementerian Lingkungan Hidup Gegara Cemari lingkungan

Panjat pinang juga jadi ikon tak tergantikan. Batang pinang tinggi yang licin dilumuri oli membuat peserta harus bekerja sama untuk mencapai hadiah di puncak. Lomba ini bukan cuma soal hadiah, tapi juga simbol kerja sama, ketekunan, dan sedikit keberuntungan.

Di beberapa daerah, lomba tarik tambang masih jadi favorit. Dua tim berhadapan, saling menarik tali sekuat tenaga.

Bukan cuma kekuatan fisik yang dibutuhkan, tapi juga strategi dan kekompakan. Rasanya deg-degan sekaligus seru melihat siapa yang akan terjatuh duluan ke garis lawan.

Baca Juga: MAKI Sebut Dugaan Korupsi Kuota Haji Rugikan Negara Rp691 Miliar, Dorong KPK Gunakan Pasal TPPU

Lomba-lomba kreatif pun mulai bermunculan. Ada yang bikin balap bakiak, lomba memindahkan belut, atau bahkan lomba fashion show dengan kostum unik dari barang bekas. Semuanya bertujuan sama: bikin suasana 17 Agustus lebih hidup dan menyatukan warga dari berbagai usia.

Menariknya, banyak lomba 17-an juga melibatkan anak-anak. Mulai dari lomba memasukkan pensil ke botol, lomba membawa kelereng di sendok, sampai lomba mewarnai tema kemerdekaan. Kegiatan ini bukan cuma menghibur, tapi juga mengajarkan nilai sportivitas sejak dini.

Baca Juga: KPK Sudah Kantongi Calon Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Aliran Dana Jadi Sorotan

Bagi sebagian orang, lomba 17-an adalah cara sederhana untuk merayakan kemerdekaan, tapi punya makna besar. Di balik tawa, teriakan dukungan, dan sedikit persaingan, ada rasa kebersamaan yang jarang kita temui di hari-hari biasa.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X