Miris! Standar Cantik Korea Dorong Remaja ke Jurang Anoreksia

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Sabtu, 9 Agustus 2025 | 17:41 WIB
Standar cantik Korea 39 kg bikin remaja terjebak diet ekstrem, Roh Jeong Eui ikut angkat bicara. (Naver)
Standar cantik Korea 39 kg bikin remaja terjebak diet ekstrem, Roh Jeong Eui ikut angkat bicara. (Naver)



INSIBERNEWS — Musim panas di Korea Selatan kembali diwarnai fenomena tren kecantikan yang memprihatinkan.

Di kalangan remaja dan perempuan muda berusia 10 hingga 20-an, standar tubuh ideal kini bergeser ke arah bentuk yang sangat kurus bahkan ekstrem.

Informasi berbahaya ini marak beredar di media sosial, dengan narasi bahwa perempuan ideal harus memiliki tinggi 165 cm dan berat hanya 39 kg.

Baca Juga: Arie Untung Malah Buntung, Dua Kali Tertipu Sepatu Online Jutaan Rupiah

Angka ini jauh di bawah batas berat badan sehat, namun justru diidolakan oleh sebagian besar pengikut tren.

Berdasarkan data Badan Pengembangan Promosi Kesehatan Korea yang dirilis 30 Juli lalu, istilah-istilah baru seperti “lengan tulang” dan “kerempeng tulang” tengah populer di kalangan perempuan muda.

Istilah tersebut merujuk pada bentuk lengan yang begitu kurus hingga tulangnya tampak jelas dan ironisnya dianggap sebagai simbol kecantikan oleh sebagian orang.

Baca Juga: Terbongkar! Artis Kpop Harus Bayar Miliaran untuk Tampil di KCON 2025

Otoritas kesehatan memperingatkan bahwa tren penurunan berat badan secara ekstrem ini berpotensi mengarah pada fenomena Pro-Ana.

Singkatan dari pro-anorexia, yakni paham yang secara sengaja mendorong perilaku anoreksia sebagai gaya hidup ideal.

Data Badan Asuransi Kesehatan Nasional Korea mencatat tren yang mengkhawatirkan: jumlah pasien dengan gangguan makan meningkat drastis dari 9.474 orang pada 2020 menjadi 13.129 orang pada 2023, atau naik sekitar 39% dalam tiga tahun.

Baca Juga: Meski Terdapat Polemik Soal Kualitas, Mentan Amran Pastikan Beras Premium di Ritel Aman Dikonsumsi

Direktur Badan Asuransi Kesehatan Nasional Korea, Kim Heonjoo, menilai bahwa citra tubuh menyimpang seperti “lengan tulang” bukan sekadar tren biasa.

“Fenomena ini mengancam kesehatan publik, khususnya remaja dan perempuan. Ini adalah masalah sosial serius yang tidak boleh diremehkan,” tegasnya.

Kekhawatiran serupa disampaikan oleh Profesor Moon Jongyoon dari Departemen Kedokteran Universitas Gachon.

Baca Juga: Punya Popularitas Tinggi di Indonesia, Justin Hubner Ungkap Merasa Seperti Ronaldo hingga Raih 3,8 Juta Followers di Instagram

Menurutnya, tren berat badan ekstrem tidak hanya berisiko memicu gangguan makan, tetapi juga menyebabkan masalah fisik seperti gangguan menstruasi, osteoporosis, hingga diabetes.

“Selain kerusakan fisik, dampak mentalnya sangat besar karena obsesi terhadap bentuk tubuh yang tidak realistis,” ujarnya.

Salah satu sosok yang tak sengaja menjadi bagian dari tren ini adalah aktris muda Roh Jeong Eui. Dengan tinggi 165 cm dan berat badan 39 kg, tubuhnya dianggap sebagian orang sebagai “standar emas” kecantikan Korea saat ini.

Baca Juga: Tak Lagi Toleransi, Andre Rosiade Polisikan Akun TikTok Usai Azizah Salsha Difitnah

Profil tubuhnya yang tersebar luas di internet memicu pujian sekaligus peniruan dari banyak penggemar.

Menanggapi hal tersebut, Roh Jeong Eui justru mengaku khawatir. Ia menilai bahwa penggemar seharusnya menjaga tubuh dengan cara sehat, bukan meniru pola diet ekstrem.

“Saya mendengar bahwa setelah profil tubuh saya dipublikasikan, banyak anak muda yang memilih cara yang salah untuk diet. Saya berharap mereka tidak terlalu terobsesi pada angka di timbangan dan lebih fokus pada kesehatan,” ungkapnya.

Baca Juga: Yuk Kenalan dengan Faishal Tanjung, Musisi dan Eksekutif Muda Suami Nadin Amizah

Fenomena ini semakin menegaskan betapa mirisnya standar kecantikan di Korea Selatan saat ini. Alih-alih mempromosikan tubuh sehat, tren media sosial justru mendorong anak muda pada praktik berbahaya yang dapat merusak kesehatan jangka panjang.

Pakar kesehatan menegaskan bahwa perubahan paradigma sangat dibutuhkan dari mengagungkan tubuh kurus ekstrem menjadi menghargai keragaman bentuk tubuh dan pola hidup sehat.

Tanpa intervensi serius, tren ini dikhawatirkan akan terus memakan korban di kalangan generasi muda Korea.

Baca Juga: Dunia Hiburan Berduka, Mantan Artis Cilik Santi Sardi Tutup Usia di 56 Tahun

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X