INSIBERNEWS - Penyakit autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang sel dan jaringan sehat karena gagal mengenalinya sebagai bagian dari tubuh sendiri. Kondisi ini bisa menimbulkan gejala ringan hingga sangat serius, tergantung jenis autoimunnya.
Meski penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, ada beberapa faktor yang diyakini bisa memicu atau meningkatkan risiko terjadinya autoimun.
Baca Juga: Roblox Merajalela: Dari Game Anak Jadi Ladang Cuan dan Kreativitas Digital
Berikut 5 di antaranya yang wajib kamu waspadai:
1. Stres Berkepanjangan
Stres emosional yang terus-menerus ternyata punya dampak besar terhadap sistem kekebalan tubuh. Ketika tubuh dalam kondisi stres kronis, keseimbangan hormon dan sistem imun terganggu, sehingga berpotensi memicu reaksi autoimun. Cobalah atur stres lewat aktivitas yang menenangkan seperti meditasi, olahraga ringan, atau cukup tidur.
Baca Juga: Jangan Asal Pasang KB Hormonal saat Obesitas, Ini Risiko yang Perlu Kamu Tahu!
2. Infeksi Virus atau Bakteri Tertentu
Beberapa penyakit infeksi, terutama yang disebabkan oleh virus seperti Epstein-Barr (penyebab mononukleosis), dipercaya dapat memicu autoimun pada orang-orang yang punya kerentanan genetik. Infeksi bisa “membingungkan” sistem imun sehingga mulai menyerang tubuh sendiri.
Baca Juga: Awas! Terlalu Sering Makan Lontong Bungkus Plastik Bisa Picu Masalah Kesehatan Serius
3. Paparan Bahan Kimia dan Polusi
Lingkungan juga punya andil besar. Paparan logam berat, asap rokok, pestisida, atau zat kimia berbahaya lainnya dalam jangka panjang bisa merusak fungsi sistem imun. Orang yang tinggal di daerah dengan tingkat polusi tinggi juga disebut lebih rentan terhadap penyakit autoimun seperti lupus atau rheumatoid arthritis.
Baca Juga: Baju Terlanjur Berjamur? Ini Dia Cara Ampuh Menghilangkannya
4. Pola Makan Tidak Sehat
Makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta minim serat dan nutrisi bisa memicu peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis inilah yang bisa menjadi pemicu berbagai gangguan imun, termasuk autoimun. Cobalah untuk memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan alami yang minim olahan.
5. Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga
Jika kamu punya anggota keluarga dengan riwayat penyakit autoimun, risiko kamu mengalaminya juga akan lebih tinggi. Meski genetik tidak bisa diubah, gaya hidup sehat bisa membantu menurunkan kemungkinan munculnya gejala atau memperparah kondisi.
Baca Juga: Tren Sepatu Bot di Korea: Dari Kebutuhan Musim Hujan ke Item Fashion!
Karena itu, penting untuk mengenali gejala-gejala awal autoimun, seperti kelelahan ekstrem, nyeri sendi, ruam kulit, atau gangguan pencernaan yang tak kunjung membaik. Semakin cepat ditangani, semakin baik peluang untuk mengontrol penyakitnya.
Artikel Terkait
Tau Ga Sih? Ternyata Wanita Butuh Tidur Lebih Lama Dibanding Pria, Ini Alasannya!
Darah Biru Kepiting Tapal Kuda Jadi Kunci Uji Vaksin, Harganya Capai Ratusan Juta per Liter!
Tren Sepatu Bot di Korea: Dari Kebutuhan Musim Hujan ke Item Fashion!
Gemini Kini Bisa Jadi Asisten Jadwal Harian: Google Luncurkan Fitur 'Tindakan Terjadwal'
Hindari 5 Kebiasaan Ini Setelah Makan, Bisa Ganggu Kesehatan Serius
Baju Terlanjur Berjamur? Ini Dia Cara Ampuh Menghilangkannya
Fenomena Padel: Olahraga Modern yang Kian Digandrungi Artis Indonesia
Awas! Terlalu Sering Makan Lontong Bungkus Plastik Bisa Picu Masalah Kesehatan Serius
Jangan Asal Pasang KB Hormonal saat Obesitas, Ini Risiko yang Perlu Kamu Tahu!
Roblox Merajalela: Dari Game Anak Jadi Ladang Cuan dan Kreativitas Digital