INSIBERNEWS - Berencana menutup Taman Nasional Komodo secara reguler, Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) ungkap hal itu untuk mengurangi dampak negatif dari aktivitas wisata terhadap kawasan konservasi, serta menghidupkan destinasi wisata di luar kawasan taman nasional.
Pembatasan jumlah wisatawan, menjadi salah satu alasan penutupan. Hal ini akan dikaji lebih lanjut oleh Pusat Kajian Pariwisata UGM yang didukung Badan Pengelola Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLBF).
Baca Juga: Tak Cuma Gugat Cerai, Kimberly Ryder Laporkan Edward Akbar Atas Dugaan Kasus Penggelapan Mobil
BTNK menyebut, jumlah wisatawan yang terlalu banyak mempengaruhi perilaku komodo dan keadaan lingkungan di sekitarnya sehingga hasil riset UGM kedepannya akan digunakan sebagai acuan pengelolaan Taman Nasional Komodo.
Baca Juga: Ayo Coba! Ini 6 Rekomendasi Kuliner Khas Jakarta
Diketahui BTNK juga segera meluncurkan platform pemesanan tiket dan sarana informasi objek wisata sekitar TNK, SiOra.
Salah satu fungsi SiOra menunjukkan jumlah wisatawan di satu hari, jika sudah mencapai maksimum. TNK tak lagi menerima pengunjung di hari itu.
Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata Selain Pantai di Bali
SiOra akan diuji coba pada Agustus 2024 dan dijadwalkan akan digunakan secara efektif mulai 2025.
Artikel Terkait
Selain Segar, Ini 5 Manfaat Air Kelapa Hijau Untuk Tubuh
Hati-hati! Ini Efek Buruk Sering Terpapar Sinar Matahari
Elektabilitas Calbup Yadi Rusmayadi Makin Tinggi, Lutfi Bamala Oftimis Nasdem Sukseskan Pilkada Purwakarta 2024
Pecah Telur! Penyerang Jens Raven Berhasil Cetak Gol Pertamanya Untuk Timnas Indonesia
Gempa Bumi Berkekuatan 3,7 Magnitudo Terasa di Luwu Timur Sulawesi Selatan
Cobain Resep Mudah Ichigo Sando, Manisnya Bikin Happy!
Ratusan Guru Honorer Diberhentikan, Ini Kata Dinas Pendidikan Jakarta
Budi Awaluddin: Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Menata Kembali Data Guru Honorer
Beda Nasib dan Profesi, Anak Gunawan Dwi Cahyo Disebut Ingin Miliki Ayah Seperti Pasha Ungu
Presiden Jokowi Bakal Lantik 3 Wakil Menteri Baru Sore Ini : Wamenkeu, Wameninves, dan Wamentan