INSIBERNEWS - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) berpotensi menjadi penggerak baru pergerakan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Skema kerja fleksibel ini dinilai memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap produktif sekaligus menikmati suasana liburan.
Kebijakan WFA yang dikembangkan melalui kampanye Work From Mall (WFM) oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian disebut sejalan dengan kebutuhan masyarakat urban saat ini.
Dengan bekerja dari lokasi nonkantor, termasuk pusat perbelanjaan dan destinasi wisata, mobilitas wisatawan domestik diperkirakan meningkat signifikan.
Baca Juga: Hujan Masih Mengintai Awal 2026, BMKG Minta Warga Lebih Siaga Jelang Tahun Baru
“Kami mendukung penuh kebijakan WFA. Langkah ini merupakan solusi strategis untuk mengombinasikan suasana libur Natal dan Tahun Baru dengan tetap menjaga produktivitas kerja secara profesional,” kata Menpar Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resmi, Minggu (28/12/2025).
Menurut Widiyanti, fleksibilitas kerja memungkinkan masyarakat memperpanjang masa tinggal di destinasi wisata tanpa harus mengambil cuti penuh.
Kondisi ini dinilai dapat mendorong tingkat hunian akomodasi, kunjungan ke pusat belanja, serta konsumsi sektor pariwisata secara lebih merata.
Ia menambahkan, kampanye WFM juga diperkuat dengan program nasional “BINA Indonesia Great Sale 2025: Wisata Belanja di Indonesia”. Program ini dirancang untuk menarik minat belanja masyarakat selama musim liburan sekaligus memperkuat daya tarik kota-kota besar sebagai tujuan wisata belanja.
Program tersebut berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 dan melibatkan sekitar 80 ribu gerai, 800 merek, serta lebih dari 400 pusat perbelanjaan yang tersebar di 24 provinsi. Diskon yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari 20 persen hingga mencapai 80 persen.
Baca Juga: Jakarta Sambut Malam Tahun Baru dengan Car Free Night, Sudirman–Thamrin Jadi Pusat Perayaan
Tak hanya menyasar wisatawan domestik, pemerintah juga menyiapkan insentif bagi wisatawan mancanegara. Salah satunya melalui fasilitas pengembalian pajak atau tax refund sebesar 11 persen untuk pembelian tertentu, yang diharapkan mampu meningkatkan belanja turis asing di dalam negeri.
“Sinergi antara produktivitas kerja dan momentum belanja nasional ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi pariwisata dan perdagangan,” ujar Widiyanti.
Menpar menekankan bahwa keberhasilan program ini juga bergantung pada dukungan infrastruktur digital, konektivitas internet, serta kenyamanan ruang publik. Oleh karena itu, koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi faktor kunci agar kebijakan WFA benar-benar berdampak luas.
Artikel Terkait
Tak Lagi Permanen, Google Siapkan Fitur Ganti Alamat Gmail Tanpa Buat Akun Baru
BYD Gandeng Mobil Luncurkan Oli Mesin Khusus PHEV, Dirancang untuk Tantangan Hybrid DM-i
Buat Publik Penasaran, Kenapa KPK Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024?
Kasus Bank BJB Melebar, KPK Telusuri Informasi Dana Ridwan Kamil yang Libatkan Aura Kasih
Dihantam Sanksi FIFA Rp7 Miliar, FAM Terjerat Krisis Keuangan dan Sepak Bola Malaysia Terancam Goyah
Jarang Keluar Rumah? Waspadai Tanda-Tanda Kekurangan Vitamin D yang Sering Diabaikan
Trafo Overheat Picu Kebakaran di Kantor Wali Kota Jaksel, Api Muncul Usai Ledakan Subuh
Jakarta Sambut Malam Tahun Baru dengan Car Free Night, Sudirman–Thamrin Jadi Pusat Perayaan
Rebutan Ponsel Berujung KDRT, Polisi Amankan Suami di Depok Usai Mata Sang Istri Luka Parah hingga Dioperasi
Hujan Masih Mengintai Awal 2026, BMKG Minta Warga Lebih Siaga Jelang Tahun Baru