Tren Liburan Gen Z 2025: Dari FOMO ke JOMO dan Cari Pengalaman Otentik

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 19:38 WIB
Ilustrasi Liburan ala Gen Z (Foto : Freepik)
Ilustrasi Liburan ala Gen Z (Foto : Freepik)

INSIBERNEWS - Setiap generasi memiliki cara tersendiri dalam menikmati liburan, dan tren ini terus berubah seiring waktu. Di tahun 2025, kebiasaan liburan Gen Z, yang lahir antara 1997 hingga 2012, menunjukkan pergeseran yang cukup signifikan dibanding generasi sebelumnya.

Salah satu perubahan terbesar adalah meninggalkannya mindset FOMO atau fear of missing out. Gen Z kini lebih memilih JOMO, yakni the joy of missing out, yang menekankan menikmati pengalaman tanpa harus selalu mengikuti tren destinasi populer.

Baca Juga: Prabowo Ajak Rakyat Bersatu: Indonesia di Ambang Kebangkitan Jangan Mau Terpecah!

"Wisatawan Gen Z memimpin pergeseran dari pola pikir FOMO khas milenial dalam hal destinasi wisata, kini mereka menganut pendekatan JOMO saat liburan," ujar CEO LateRoom, Matthew Fox.

Selain itu, Gen Z mulai meninggalkan kebiasaan berburu spot Instagramable untuk foto. Alih-alih mengutamakan konten media sosial, mereka kini fokus pada pengalaman liburan yang nyata dan menyenangkan.

CEO Cool Travel Vibes, Echo Wang, menambahkan, Gen Z lebih memilih destinasi yang tidak terlalu ramai pengunjung agar dapat menikmati suasana yang lebih otentik.

Baca Juga: Kapolri Tegaskan Mako Polri Haram Diserang: Instruksi Tembak Peluru Karet untuk Massa yang Paksa Terobos

Perubahan lainnya terlihat pada gaya solo backpacking. Gen Z kini cenderung menghindari perjalanan yang terlalu spontan dan berpindah-pindah lokasi setiap hari.

Mereka lebih suka menghabiskan beberapa hari di satu tempat untuk menikmati pengalaman secara menyeluruh, namun tetap fleksibel dengan rencana yang sudah terstruktur.

Baca Juga: Parpol Kompak Dukung Penghapusan Tunjangan DPR, Respons Kemarahan Publik

Dalam hal akomodasi, tren mewah tidak lagi menjadi prioritas utama. Gen Z kini lebih tertarik dengan penginapan yang unik, seperti boutique hotel, hostel dengan konsep kreatif, atau penginapan lokal yang menawarkan pengalaman berbeda dari biasanya. Mereka juga mempertimbangkan kenyamanan untuk bekerja secara remote selama liburan.

Selain itu, destinasi baru yang belum banyak dikenal mulai diminati. Gen Z bersedia mengeluarkan lebih banyak anggaran untuk mengeksplorasi lokasi unik, mencoba kuliner lokal, dan terlibat dalam aktivitas autentik yang tidak bisa ditemukan di destinasi mainstream.

Baca Juga: 500 Warga Pati Berangkat ke Jakarta Demo KPK : Donasi Rakyat Rp187 Juta Dukung Aksi Damai

Perubahan pola liburan ini menunjukkan bahwa Gen Z lebih mengutamakan kualitas pengalaman daripada sekadar eksposur di media sosial.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X