INSIBERNEWS - Kecelakaan tragis melibatkan pesawat Jeju Air yang terjadi di Bandara Muan, Korea Selatan, pada pagi hari Minggu (29/12/2024).
Pesawat Boeing 737-800 yang mengangkut 181 orang, terdiri dari 175 penumpang dan enam kru, mengalami kecelakaan saat hendak mendarat.
Meskipun cuaca relatif baik, pesawat gagal melakukan pendaratan dengan aman karena roda pendaratan yang tidak berfungsi.
Pesawat tergelincir saat mendarat, melewati ujung landasan pacu dan menabrak pembatas sebelum terbakar.
Kobaran api sempat membakar badan pesawat, dan api baru berhasil dipadamkan sekitar dua jam setelah kecelakaan, menyusul adanya ledakan yang memperburuk situasi.
Saat penyelamatan berlangsung, petugas berhasil menemukan dua korban yang selamat, keduanya adalah pramugari, yang segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Baca Juga: Pengakuan Dua Pramugari yang Selamat dari Kecelakaan Tragis Pesawat Jeju Air, Ini Kisahnya!
Insiden ini menyisakan duka mendalam, dengan lebih dari 170 orang dilaporkan meninggal dunia. CEO Jeju Air menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan seluruh pihak yang terdampak.
Sementara itu, tim penyelamat menemukan salah satu kotak hitam atau black box pesawat, yang akan digunakan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan tragis tersebut.
Baca Juga: Mantan Presiden AS Jimmy Carter Tutup Usia di 100 Tahun, Sang Pejuang Perdamaian Dunia Berpulang
Korea Selatan sebelumnya belum mengalami kecelakaan penerbangan sebesar ini sejak 1997, saat sebuah pesawat mengalami kecelakaan fatal di Guam yang menewaskan 228 orang.
Kecelakaan ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan penerbangan dan perlunya peningkatan pengawasan serta evaluasi menyeluruh terhadap faktor-faktor teknis yang mempengaruhi operasional pesawat.