INSIBERNEWS - Tragedi jatuhnya pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, Minggu (29/12/2024), menyisakan cerita luar biasa dari dua korban selamat.
Dari total 181 penumpang dan kru di dalam pesawat, hanya dua orang yang berhasil bertahan, yakni pramugari dengan marga Lee (33) dan Koo (25).
Baca Juga: Mantan Presiden AS Jimmy Carter Tutup Usia di 100 Tahun, Sang Pejuang Perdamaian Dunia Berpulang
Lee, yang sempat tak sadarkan diri, mengatakan bahwa dirinya baru menyadari telah selamat setelah dievakuasi. Awalnya, ia dirawat di sebuah rumah sakit di Mokpo, dekat lokasi kejadian.
Namun, karena cedera yang cukup serius, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Perempuan Ewha, Seoul.
"Ketika saya sadar, saya sudah diselamatkan," ungkapnya kepada dokter Ju Woong yang kini merawatnya. Dr. Ju menjelaskan bahwa Lee saat ini berada dalam kondisi stabil dan dapat berkomunikasi dengan baik.
Namun, akibat luka patah tulang yang serius, ia masih dirawat intensif untuk mengantisipasi kemungkinan efek samping, termasuk risiko kelumpuhan.
Baca Juga: Selain Pesawat Jeju Air, Air Canada Juga Alami Kecelakaan Saat Mendarat di Bandara, Mesin Terbakar
Sementara itu, Koo, pramugari lainnya, dirawat di Asan Medical Center, Seoul. Meskipun mengalami cedera pada pergelangan kaki dan kepala, kondisi Koo dilaporkan stabil.
Pihak rumah sakit enggan memberikan rincian lebih lanjut terkait kondisi pasien, namun memastikan bahwa ia mendapat penanganan medis terbaik.
Baca Juga: Kenaikan PPN 12 Persen di Pasar Modal: BEI Siap Terapkan Mulai 2 Januari 2025
Kisah kedua pramugari ini menjadi sorotan di tengah kesedihan mendalam akibat tragedi yang menewaskan ratusan nyawa.
Upaya penyelidikan penyebab kecelakaan masih terus berlangsung, sementara doa dan harapan dipanjatkan untuk pemulihan total kedua korban selamat.