Selain ICBM, Rusia juga meluncurkan rudal hipersonik Kinzhal dan tujuh rudal jelajah Kh-101, dengan enam di antaranya berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Ukraina.
Menurut laporan dari Angkatan Udara Ukraina, peluncuran ICBM itu berasal dari wilayah Astrakhan, yang terletak lebih dari 700 km dari Dnipro.
Ukraina Balas dengan Serangan Rudal ke Wilayah Rusia
Tidak hanya Rusia yang meningkatkan intensitas serangan, tetapi Ukraina juga menunjukkan kemampuan untuk menyerang pangkalan-pangkalan Rusia di dalam negeri, meskipun Moskow telah memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan dipandang sebagai eskalasi besar.
Pada hari Rabu, 20 November, Ukraina dilaporkan menembakkan rudal Storm Shadow ke wilayah Kursk, yang berbatasan langsung dengan Ukraina.
Serangan ini merupakan bagian dari strategi Ukraina untuk menargetkan dan menghancurkan fasilitas-fasilitas yang digunakan oleh Rusia untuk mendukung invasi ke Ukraina.
Meskipun beberapa serangan Ukraina berhasil menembus pertahanan Rusia, Moskow dengan tegas menyatakan bahwa penggunaan senjata Barat dalam serangan tersebut akan meningkatkan ketegangan dan memperburuk konflik.
Baca Juga: Filipina Percaya Aliansi AS Akan Tetap Kuat di Bawah Trump, Hadapi Ketegangan Laut Cina Selatan!
Impak Global: Potensi Pengaruh Terhadap Hubungan Internasional
Eskalasi ini berpotensi mengubah lanskap geopolitik global, dengan negara-negara Barat yang memberikan dukungan militer kepada Ukraina harus mengevaluasi kembali kebijakan mereka.
Penggunaan ICBM dapat menjadi titik balik dalam konflik ini, karena menunjukkan bahwa Rusia siap untuk memperkenalkan senjata strategis yang jauh lebih besar dan lebih menghancurkan dalam perang konvensional.
Amerika Serikat, sebagai pendukung utama Ukraina, tentu memiliki kekhawatiran besar tentang penggunaan senjata-senjata strategis ini.
Kementerian Pertahanan AS tidak segera memberikan komentar mengenai peluncuran ICBM ini, tetapi pertanyaan besar yang muncul adalah apakah negara-negara Barat akan memberikan lebih banyak dukungan kepada Ukraina atau justru akan berusaha mencari jalan keluar diplomatik lebih cepat.