Selain merusak proses demokrasi, serangan fajar juga memperburuk citra politik, di mana pemilih tidak memilih berdasarkan visi, misi, dan kapasitas calon, melainkan karena dorongan materi.
Hal ini dapat mempengaruhi kualitas pemimpin yang terpilih, karena kemenangan yang diperoleh bukan melalui dukungan berdasarkan kemampuan dan rekam jejak calon, tetapi karena transaksi semata.
Partai politik dan calon pemimpin harus menegakkan etika dan menjalankan kampanye yang bersih, jujur, dan berbasis pada program kerja yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat.***