Korban dan Kerusakan yang Makin Bertambah
Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel terhadap Lebanon telah berlangsung sejak akhir September,
dengan dalih menghancurkan posisi-posisi Hizbullah dalam eskalasi konflik yang bermula dari perang di Gaza.
Menurut data dari otoritas kesehatan Lebanon, korban jiwa akibat serangan ini mencapai lebih dari 3.100 orang, sementara 13.800 lainnya terluka sejak Oktober 2023.
Kehancuran yang terjadi di Universitas Lebanon hanyalah satu dari sekian banyak dampak tragis yang diakibatkan oleh konflik ini.
Baca Juga: Hebat! Timnas Futsal Indonesia Juara AFF Lagi Setelah 14 Tahun, Kalahkan Vietnam di Final!
Pendidikan di Tengah Konflik: Semangat yang Tak Pernah Pudar
Kondisi ini menggambarkan betapa sulitnya menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah konflik yang berlarut-larut.
Namun, Universitas Lebanon dan rakyatnya tetap menunjukkan semangat yang tak mudah padam.
Di tengah ancaman dan serangan, mereka terus berupaya menyediakan pendidikan dan layanan bagi masyarakat,
membuktikan bahwa nilai pendidikan tetap menjadi prioritas, bahkan dalam kondisi yang paling sulit sekalipun.
Di tengah ketidakpastian ini, harapan masih ada bahwa perdamaian akan kembali menyapa Lebanon.
Baca Juga: 10 Rekomendasi GoPro Action Camera Terbaik untuk Rider Motovlog Touring Motor dan Mobil
Bagi masyarakat, terutama kalangan akademis, menjaga pendidikan tetap berjalan adalah simbol perlawanan damai terhadap segala bentuk kekerasan.