Menurut intelijen Ukraina, perekrutan warga asing tersebut merupakan bagian dari upaya Rusia untuk menambah personel yang dapat diterjunkan ke medan perang.
Kasus ini menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena perekrutan dilakukan dengan dugaan menggunakan kedok lowongan pekerjaan.
Masyarakat pun diminta lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri, terutama yang menjanjikan gaji tinggi tetapi memiliki proses keberangkatan atau jenis pekerjaan yang tidak jelas. ***