Menurut intelijen Ukraina, perekrutan warga asing tersebut merupakan bagian dari upaya Rusia untuk menambah personel yang dapat diterjunkan ke medan perang.
Kasus ini menjadi perhatian pemerintah Indonesia karena perekrutan dilakukan dengan dugaan menggunakan kedok lowongan pekerjaan.
Masyarakat pun diminta lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja di luar negeri, terutama yang menjanjikan gaji tinggi tetapi memiliki proses keberangkatan atau jenis pekerjaan yang tidak jelas. ***
Artikel Terkait
Secara Konsisten Putar Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026
Geger! Gedung Tua Hogwan Bumiayu Ambruk di Pagi Buta, Dua Anak dan Satu Kakek Tewas Mengenaskan
Awas Erupsi! Status Sinabung Naik Siaga, Pemkab Karo Bergegas Kosongkan Dua Desa Zona Merah
BBM Nonsubsidi Resmi Naik per 1 September 2026, Ini Daftar Lengkap Harganya!
Setelah 20 Tahun, Lionel Messi Pamit dari Timnas Argentina dengan Tinggalkan 4 Trofi dan 115 Gol