Terungkap Modus Rekrutmen WNI Jadi Tentara Rusia, Awalnya Ditawari Kerja Satpam

Photo Author
Cristina Jeany Malonda, Insibernews
- Selasa, 1 September 2026 | 17:26 WIB
Ilustrasi - Terungkap Modus Rekrutmen WNI Jadi Tentara Rusia, Awalnya Ditawari Kerja Satpam (Istimewa)
Ilustrasi - Terungkap Modus Rekrutmen WNI Jadi Tentara Rusia, Awalnya Ditawari Kerja Satpam (Istimewa)

INSIBERNEWS – Warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi sasaran perekrutan untuk bergabung sebagai tentara Rusia melalui modus tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi. Mereka disebut awalnya ditawari posisi sebagai satuan pengamanan (satpam) hingga tenaga administrasi.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan informasi mengenai dugaan perekrutan tersebut berasal dari otoritas intelijen Indonesia. Menurutnya, para WNI ditarik melalui tawaran pekerjaan yang tampak legal sebelum akhirnya dikirim untuk menjadi tentara.

Dasco menyampaikan informasi itu seusai menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: Master Limbad Sambangi Kediaman Supriyono Botok Usai Demo di Gedung DPR

Menurut Dasco, pihak yang melakukan perekrutan menggunakan negara ketiga sebagai bagian dari proses tersebut. Calon pekerja dijanjikan penghasilan besar agar tertarik mendaftarkan diri melalui lowongan yang ditawarkan.

“Para WNI ini kemudian mendaftar, lalu kemudian dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara,” ujar Dasco.

Pemerintah Indonesia disebut telah melakukan langkah pencegahan setelah memperoleh informasi mengenai dugaan perekrutan WNI tersebut.

Baca Juga: Setelah 20 Tahun, Lionel Messi Pamit dari Timnas Argentina dengan Tinggalkan 4 Trofi dan 115 Gol

Otoritas intelijen Indonesia bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Pemerintah juga mengirimkan utusan ke sejumlah negara yang diduga memiliki keterkaitan dengan proses perekrutan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah semakin banyak WNI yang menjadi korban modus perekrutan berkedok pekerjaan.

Dugaan perekrutan WNI untuk menjadi tentara Rusia sebelumnya juga diungkap Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU).

Baca Juga: Geger! Gedung Tua Hogwan Bumiayu Ambruk di Pagi Buta, Dua Anak dan Satu Kakek Tewas Mengenaskan

SZRU menyebut Rusia terus mencari warga negara asing untuk ikut terlibat dalam perang melawan Ukraina. Indonesia disebut menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran perekrutan.

Dalam keterangannya, SZRU bahkan mengungkap adanya delapan WNI yang disebut telah direkrut Rusia untuk bertempur melawan Ukraina.

Halaman:

Editor: Cristina Jeany Malonda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X