Penyebab kematian para peserta disebut bervariasi, mulai dari heat stroke, henti jantung (cardiac arrest), hingga tuberkulosis. Seluruh korban meninggal dalam kurun waktu sekitar 10 hari selama menjalani rangkaian latihan dasar militer.
Evaluasi Standar Keselamatan Jadi Sorotan
Peristiwa ini memicu perhatian luas karena latihan dasar kemiliteran melibatkan aktivitas fisik dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan, khususnya bagi peserta sipil yang belum terbiasa menjalani latihan berat atau memiliki kondisi fisik tertentu.
Meninggalnya lima peserta dalam waktu yang relatif singkat memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan fisik peserta, mekanisme pemeriksaan kesehatan, pengawasan selama pelatihan, hingga penerapan standar keselamatan dalam program tersebut.
Komnas HAM menilai seluruh aspek tersebut perlu dievaluasi secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan hak atas keselamatan setiap peserta dalam program negara dapat terlindungi secara optimal. ***