Bahlil: B50 Pangkas Impor Solar Secara Signifikan
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai kebijakan mandatori biodiesel telah memberikan manfaat besar bagi Indonesia. Selain menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) sawit milik petani, program ini juga terbukti mampu menekan kebutuhan impor BBM.
Bahlil mengungkapkan, konsumsi solar nasional saat ini mencapai sekitar 39 juta kiloliter per tahun.
Dengan implementasi B40, sebagian kebutuhan tersebut sudah dipenuhi melalui campuran Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang diproduksi dari Crude Palm Oil (CPO).
Baca Juga: Respon Istana soal Latsarmil SPPI yang Telan 3 Korban Jiwa, Mensesneg: Belum Ada Indikasi Kelalaian
Menurutnya, sejak pertama kali diterapkan melalui program B10 pada 2016, kebijakan biodiesel telah berkembang menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.
"Penerapan B10 hingga B40, dan dalam waktu dekat menuju B50, terbukti membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap impor solar," kata Bahlil saat menghadiri Energy Forum di Hotel Borobudur, Kamis (25/6/2026).
Target Kurangi Impor Hingga 300 Ribu Barel per Hari
Dengan diberlakukannya B50, pemerintah memperkirakan sekitar 300 ribu barel kebutuhan solar per hari dapat dipenuhi menggunakan bahan baku dalam negeri berbasis minyak sawit.
Langkah tersebut diyakini mampu memangkas impor solar secara drastis sekaligus mengurangi kebutuhan impor minyak mentah.
Baca Juga: Rupiah Kembali Menguat, Meredanya Konflik Timur Tengah Bikin Pasar Lebih Tenang
Bahlil menyebut, sebelumnya Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel minyak per hari.
Setelah implementasi B50 berjalan penuh, sekitar 300 ribu barel per hari dapat digantikan oleh biodiesel sehingga kebutuhan impor diperkirakan turun menjadi sekitar 700 ribu barel per hari.
Pemerintah optimistis kebijakan ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sektor perkebunan sawit, meningkatkan penggunaan energi terbarukan, serta menghemat devisa negara dari berkurangnya impor bahan bakar. ***