lifestyle

Harga Smartphone Diprediksi Terus Naik hingga 2026, Krisis Chip Memori Jadi Pemicu Utama

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45 WIB
Ilustrasi CPU jadi bikin harga HP melonjak (Dok. Mint)

INSIBERNEWS - Kenaikan harga smartphone global diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat. CEO Nothing, Carl Pei, mengingatkan bahwa tren kenaikan harga ponsel pintar kemungkinan berlanjut hingga 2026, dipicu lonjakan biaya komponen utama, terutama chip memori yang kini menjadi komponen paling mahal dalam perangkat.

Pei menjelaskan bahwa biaya memori saat ini bahkan telah melampaui komponen utama lain seperti prosesor dan layar.

Pada sejumlah model smartphone, komponen memori bisa menyumbang lebih dari separuh total biaya produksi perangkat keras, membuat tekanan harga semakin besar di industri.

Baca Juga: Dasco Hubungi Dirut Pertamina di Tengah Rakernas KSPI, Soroti Harga Gas dan Ancaman PHK 55 Ribu Pekerja

Ia mencontohkan pada pengembangan Nothing Phone (4a), biaya memori tercatat naik hingga dua kali lipat sejak tahap perancangan hingga menjelang peluncuran. Setelah perangkat resmi dirilis, kenaikan kembali terjadi sehingga total biaya produksi semakin membengkak. Kondisi ini, menurutnya, menjadi sinyal bahwa harga smartphone akan terus mengalami penyesuaian.

"Saya sudah membahas hal ini pada awal tahun. Kini dampaknya mulai terlihat, bahkan lebih cepat dari yang diperkirakan," tulis Carl Pei melalui akun X miliknya, dikutip Selasa (22/6/2026).

Kenaikan ini tidak lepas dari meningkatnya permintaan chip memori global untuk mendukung perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Perusahaan semikonduktor seperti Micron, SK Hynix, Samsung Electronics, hingga Nanya dan Winbond disebut lebih memprioritaskan produksi untuk kebutuhan server AI dan pusat data, sehingga pasokan untuk perangkat konsumen menjadi terbatas.

Baca Juga: Heboh Dugaan Suap Mahasiswa Usai Bertemu Gibran, Wamensesneg Janji Cek Kebenaran Informasi

Laporan Counterpoint Research menunjukkan dampak krisis ini mulai terasa pada proyeksi pasar smartphone global. Pengiriman smartphone pada 2026 diperkirakan turun sekitar 2,1 persen, setelah sebelumnya juga mengalami revisi penurunan proyeksi sebesar 2,6 poin persentase. Selain itu, biaya produksi perangkat (bill of materials/BoM) diperkirakan masih naik 10 hingga 15 persen pada kuartal kedua 2026.

Kenaikan biaya tersebut diperkirakan akan berdampak langsung pada harga jual ke konsumen. Rata-rata harga smartphone global diproyeksikan naik sekitar 7 persen, dengan segmen entry-level menjadi yang paling terdampak.

Baca Juga: Diduga Oleng saat di Tol, Mobil Travel di Sumut Hantam Belakang Truk hingga Tewaskan 4 Orang

Data industri juga menunjukkan harga DRAM melonjak hingga hampir 100 persen secara kuartalan, sementara NAND Flash dan memori lainnya ikut mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2026.

Di tengah kondisi tersebut, pola konsumsi masyarakat juga mulai berubah. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan spesifikasi perangkat, tetapi juga faktor lain seperti fitur berbasis AI, ketahanan perangkat, jaminan pembaruan perangkat lunak jangka panjang, serta layanan purna jual. Sejumlah produsen, termasuk Samsung, mulai menawarkan skema kepemilikan yang lebih fleksibel untuk menjaga daya beli pasar di tengah kenaikan harga perangkat.***

Tags

Terkini